Opini: Partai Golkar dan Warda Dg Mamala, Siapa Lebih Setia?
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
- visibility 14
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Opini: Partai Golkar dan Warda Dg Mamala, Siapa Lebih Setia?
Penulis: Om Hendly
Pilkada Morowali Utara 2029 memang masih jauh. Terlalu dini, kata sebagian orang, untuk mulai membedah peta politik. Namun ada satu hal yang justru terasa relevan dibicarakan sejak sekarang: Partai Golkar dan sosok militannya, Warda Dg Mamala, SE.
Jika bicara soal kesetiaan, barangkali Warda adalah salah satu definisi paling utuh yang dimiliki Golkar di Morowali Utara. Ia bukan hanya setia, tetapi sangat setia. Loyalitasnya pada partai berlambang beringin itu sudah berulang kali teruji oleh waktu, situasi, dan pilihan-pilihan politik yang tak selalu mudah. Di persimpangan jalan, ketika banyak politisi goyah, Komando Warda justru memilih tetap tegak untuk kemenangan Golkar. Dan kini, ketika berada di jalur lurus, ia kembali menggaungkan solidaritas kader hingga ke akar rumput.
Namun, menarik pula membalik pertanyaannya: Seberapa setia Partai Golkar kepada kader sekelas Warda Dg Mamala?
Saat ini adalah puncak karir politiknya, empat periode pengabdian bukanlah capaian yang datang dengan kebetulan. Itu adalah catatan konsistensi, kerja keras, dan penerimaan publik yang tidak bisa dipungkiri. Dengan rekam jejak seperti itu, rasanya momentum bagi Golkar untuk berpikir lebih berani sudah datang. Sudah saatnya partai ini menempatkan salah satu kader terbaiknya di panggung yang lebih besar: gelanggang Pilkada 2029.
Bahkan peluang Golkar untuk tampil dengan paket kuning-kuning juga terbuka lebar. Dua nama yang paling sering disandingkan dengan Warda adalah sesama kader muda potensial: Fanny Mistika Tampake dan Yaristan Palesa. Warda-Fanny, Warda-Yaristan. Kombinasi yang ketika diucapkan saja terasa adem, serasi, dan politis sekaligus harmonis.
Namun politik bukan tentang kesejukan. Politik adalah ruang di mana kepentingan saling bertemu, dan kadang saling berbenturan. Karena itu, analisa ini tentu bukan kebenaran tunggal. Ada yang mungkin sependapat, ada pula yang melihat arah berbeda.
Yang jelas, satu hal patut dicatat: jika kesetiaan masih berarti dalam politik, maka Warda Dg Mamala sudah memenangkan babak itu. Kini, tinggal menunggu apakah Partai Golkar bersedia membalasnya dengan langkah yang sama besar.
- Penulis: Redaksi Beritamorut
























































Saat ini belum ada komentar