Mahasiswi STIKES BK Palu Asal Gontara Ditemukan Terbujur Kaku di Kamar Kos Palu
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month 57 menit yang lalu
- visibility 307
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PALU – Della Agnesia Lakaoni (19), mahasiswi semester III Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) BK Palu, ditemukan terbujur kaku di kamar kosnya di Jalan Gereja, Tanjung Angin, Palu, Jumat pagi, 7 Agustus 2026.
Dela, sapaan akrab mahasiswi tersebut, pertama kali ditemukan oleh adik kandungnya, Ferdinan Lakaoni (15), yang juga tinggal satu kos bersama korban. Ferdinan saat ini merupakan siswa kelas I SMK Negeri 3 Palu.
Menceritakan kronologi sebelum kejadian, Ferdinan mengatakan bahwa pada malam sebelumnya sang kakak sempat keluar ke tempat temannya dan kembali ke kos sekitar pukul 22.00 Wita.
“Tadi malam dia keluar sama temannya jam 10 baru pulang, habis itu dia makan, main HP, sekitar setengah dua belas baru tidur. Pas pagi saya memasak, saya mandi, terus saya toki-toki pintu kamarnya karna mo ambil bajuku pigi sekolah, tapi dia tidak buka-buka pintu akhirnya saya dobrak, saya dapat so begitu, baru saya panggil tetangga dan teman-temannya,” ujar adik korban kepada media ini di RS BK Palu.
Sementara itu, rekan kampus korban, Ilfa (19), mahasiswi asal Desa Tomui Karya, mengatakan bahwa pada Kamis malam sekitar pukul 19.00 Wita, Dela sempat singgah di kosnya sepulang dari pasar.
“Dia dari pasar jam 7 malam singgah sama saya, tapi kita ba cerita hanya 15 menit, dia langsung pulang,” ujar Ilfa.
Menurut Ilfa, selama ini korban tidak pernah menunjukkan tanda-tanda sakit maupun mengeluhkan kondisi kesehatannya kepada teman-teman ataupun adiknya.
Dela diketahui merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Berdasarkan keterangan adiknya, korban ditemukan di dalam kamar dalam kondisi kejang.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kepolisian Sektor Palu Selatan masih melakukan pemeriksaan di tempat kos korban. Polisi juga telah berada di RS BK Palu untuk meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk rekan-rekan almarhumah.
Jenazah almarhumah kemudian diberangkatkan dari RS Bala Keselamatan Palu menuju Desa Gontara, Kecamatan Mori Utara.
Proses pemulangan jenazah dibantu oleh Relawan Ambulans Doktor Mardiman Sane yang menyediakan ambulans beserta sopir. Sementara biaya bahan bakar dan kebutuhan perjalanan sopir dibantu oleh sejumlah dermawan.
Bantuan yang telah diterima berasal dari:
• Kampus almarhumah: Rp200.000
• IPDA Gerfin Y. Panggonti: Rp200.000
• Beritamorut.com: Rp300.000
• Anggota DPRD Morowali Utara, Yaristan Palesa, SH: Rp500.000
Sementara itu, kekurangan biaya akan ditambahkan oleh Ketua DPRD Morowali Utara, Warda Dg Mamala.
- Penulis: Redaksi Beritamorut











Saat ini belum ada komentar