Breaking News :
light_mode
Trending Tags

Final FOSNAS di Morut Berakhir di Polsek Tomata

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 242
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MOROWALI UTARA — Gelaran Forum Operator Sepakbola Nasional (FOSNAS) Seri Provinsi Sulawesi Tengah, yang berlangsung di Morowali Utara, berujung sorotan.

Partai final sejumlah kelompok usia yang digelar di Lapangan Persimas Mori Atas, Tomata, Minggu sore (4/10/2026), seharusnya menjadi puncak pesta sepakbola usia dini.

Ket foto: Juara 1 U18 hanya terima piala kecil (IST)

Namun, di balik perayaan kemenangan, muncul keluhan dari sejumlah pengurus klub terkait hadiah untuk tim juara. Panitia dinilai tidak terbuka sehingga sejumlah manajer bahkan mencari ke rumah salah satu panitia.

Salah satunya terjadi pada kategori U18. Tim asal Kota Palu disebut berhasil keluar sebagai juara. Namun hingga hari semakin gelap, tim tersebut dikabarkan belum menerima hadiah dalam bentuk uang.

Padahal, berdasarkan informasi yang disampaikan salah satu pengurus sepakbola di Morowali Utara, setiap tim peserta kategori U18 dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp1,5 juta per tim.

“Ini lagi ramai tim dari Palu juara tidak bisa pulang, tidak ada hadiah uang, hanya piala kecil 35 cm,” ujar salah satu pengurus bola di Morut, Minggu (4/10).

Situasi tersebut kemudian menjadi perbincangan di kalangan pengurus klub dan insan sepakbola yang hadir di lokasi. Mereka mempertanyakan mekanisme hadiah serta kejelasan penyelenggaraan turnamen, khususnya terkait hak tim yang telah menyelesaikan pertandingan dan keluar sebagai juara.
Sorotan semakin mencuat karena persoalan tersebut terjadi pada hari terakhir turnamen, ketika sejumlah tim sudah bersiap meninggalkan Tomata.

Hingga berita ini ditayangkan, belum diperoleh penjelasan resmi dari panitia penyelenggara terkait keluhan tersebut, termasuk mengenai besaran hadiah untuk kategori U18, mekanisme pencairannya, maupun alasan hadiah uang belum diterima oleh tim juara.

Informasi lain yang diperoleh menyebutkan, sejumlah pengurus dan panitia kegiatan kemudian dibawa ke Polsek Tomata. Belum diketahui secara pasti persoalan apa yang menjadi dasar pemeriksaan tersebut.

Beritamorut.com masih berupaya memperoleh konfirmasi dari panitia penyelenggara untuk mendapatkan penjelasan berimbang mengenai persoalan ini.

Pesta sepakbola yang sejak awal diharapkan menjadi ruang pembinaan dan pencarian bibit muda daerah itu kini justru menyisakan tanda tanya: ke mana hadiah sang juara, dan bagaimana pertanggungjawaban penyelenggara kepada tim-tim yang telah membayar biaya pendaftaran?

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less