Breaking News :
light_mode
Trending Tags

PGI dan KWI Rilis Tema Natal 2026: “Terang di Tengah Kegelapan”

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 56
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA — Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) bersama Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menetapkan tema Natal 2026, “Terang di Tengah Kegelapan”, yang merujuk pada Yohanes 1:5.

Tema tersebut dirumuskan dalam pertemuan PGI dan KWI di Kantor KWI, Jakarta, Senin (28/9/2026). KWI mendapat giliran menyiapkan rumusan awal tema dan Pesan Natal 2026 untuk kemudian dibahas bersama.
Namun, tema Natal tahun ini tidak hanya dimaknai sebagai simbol terang dalam perayaan Natal. Di baliknya, gereja melihat berbagai persoalan nyata yang sedang dihadapi masyarakat Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, PGI menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai semakin dirasakan masyarakat, mulai dari ketidakadilan, ruang digital yang semakin terpolarisasi, kerusakan lingkungan, bencana, kebakaran hutan, persoalan keadilan ekologis hingga kondisi ekonomi masyarakat.

Pdt. Johan Kristantara menyebut berbagai keprihatinan PGI telah terwakili dalam rumusan yang disiapkan KWI.
Sementara itu, MPH-PGI mengingatkan agar kondisi ekonomi masyarakat menjadi perhatian penting dalam Pesan Natal 2026.

Di tengah situasi ekonomi yang sulit, umat didorong merayakan Natal secara sederhana sekaligus memperkuat solidaritas terhadap sesama, terutama mereka yang masih menghadapi tekanan ekonomi.

“MPH-PGI juga mengingatkan di tengah ekonomi yang terpuruk maka perlu diingatkan agar Natal dirayakan dengan sederhana dan rasa solidaritas. PGI sendiri tetap fokus dengan 6 krisis,” ujar Pdt. Mezisita.

Pesan tersebut membuat tema Natal 2026 terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Natal tidak hanya berbicara tentang sukacita ketika segala sesuatu berjalan baik. Natal juga membawa pesan tentang pengharapan ketika kehidupan justru berada dalam situasi yang gelap.

Tema “Terang di Tengah Kegelapan” merujuk pada Yohanes 1:5:
“Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.”

Dalam konteks Injil Yohanes, terang menunjuk kepada Yesus Kristus, sementara kegelapan menggambarkan dosa, kejahatan, ketidakpercayaan, dan dunia yang jauh dari Allah.

Pesannya bukan berarti kegelapan tidak ada. Sebaliknya, ayat tersebut menegaskan bahwa kegelapan tidak mampu memadamkan terang Kristus.

Tema Natal 2026 juga menjadi pengingat agar umat tidak larut dalam pesimisme ketika menghadapi berbagai persoalan bangsa.
Di tengah ketidakadilan, persoalan ekonomi, kerusakan lingkungan, bencana dan berbagai krisis sosial, umat diajak tetap melihat Kristus sebagai terang sekaligus menghadirkan terang itu melalui kepedulian, keadilan, kasih dan solidaritas kepada sesama.

Dengan demikian, perayaan Natal diharapkan tidak berhenti pada seremoni dan kemeriahan, tetapi menjadi momentum untuk melihat mereka yang berada dalam kesulitan.
Sebab, sering kali terang justru terlihat paling jelas ketika keadaan di sekeliling sedang gelap.

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less