Breaking News :
light_mode
Trending Tags
Beranda » Serba Serbi » Catatan Redaksi: Tentang ET, Mantan Kades Korowou dan Hilangnya Keteladanan

Catatan Redaksi: Tentang ET, Mantan Kades Korowou dan Hilangnya Keteladanan

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
  • visibility 10
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

CATATAN REDAKSI– ET, mantan Kepala Desa Korowou yang mengundurkan diri pada 2024 karena alasan kesehatan, kembali menjadi perbincangan publik. Namanya mencuat seiring pemeriksaan khusus (Pensus) yang kini dilakukan Inspektorat Morowali Utara terkait pengelolaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Korowou. Temuan awal menunjukkan sekitar Rp800 juta lebih anggaran desa tidak disertai laporan pertanggungjawaban.

Bagi saya sebagai jurnalis, nama ET bukanlah sosok asing. Pertemuan pertama kami terjadi sekitar tahun 2021, ketika saya bersama beberapa rekan media meliput di Korowou. Saat memasuki ruang tamu kantor desa, ET sempat bertanya kepada salah seorang teman, “Yang mana Pak Hendly?” Ketika saya masuk terakhir dan menjabat tangannya, saya merasakan tangannya bergetar halus, sebuah pertemuan yang sederhana namun membekas. ET belum lama selesai di periksa setelah saya soroti.

Sebelum pertemuan itu, kami menyoroti soal pembagian BLT kepada masyarakat Korowou. Hanya sehari setelah pemberitaan itu terbit, ET dipanggil untuk diperiksa penegak hukum.

ET sendiri merupakan pensiunan polisi. Setelah purna tugas, ia memilih mengabdi sebagai Kepala Desa Korowou. Namun usia yang semakin senja kerap membuat kesehatannya terganggu, hingga akhirnya ia mengundurkan diri.

Meski demikian, catatan kami menunjukkan bahwa selama memimpin, ET adalah figur yang semestinya menjadi teladan bagi warganya, mantan aparat, pemimpin desa, dan orang yang telah makan garam kehidupan. Namun realitas di lapangan berkata lain. Kini, namanya kembali dikaitkan dengan dugaan penyalahgunaan anggaran desa, termasuk potensi masalah terkait pengelolaan lahan di wilayahnya.

Pemeriksaan masih berlangsung. Masyarakat Korowou menunggu kejelasan. Sementara itu, kisah ET menjadi pengingat bahwa jabatan publik adalah amanah besar, dan setiap ketidakterbukaan akan selalu meninggalkan jejak yang sulit dihapus.

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less