Breaking News :
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berikut Kronologi Penemuan Kerangka Manusia di Korobonde, Terakhir Terlihat Bulan Maret

Berikut Kronologi Penemuan Kerangka Manusia di Korobonde, Terakhir Terlihat Bulan Maret

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
  • visibility 34
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Morowali Utara – Warga Desa Korobonde, Kecamatan Lembo, Kabupaten Morowali Utara, digegerkan dengan penemuan kerangka mayat manusia di sebuah pondok kebun pada Rabu, 31 Desember 2025 pagi.

Aparat Polsek Lembo bersama tim Inafis Polres Morowali Utara langsung melakukan tindakan kepolisian di tempat kejadian perkara (TPTKP).

Kerangka mayat tersebut ditemukan terbaring di balai-balai sebuah pondok kebun yang terbuat dari bambu. Pondok itu diketahui merupakan pondok kebun milik Jemaat Bahtera Korobonde, Desa Korobonde.

Saksi pertama yang menemukan kerangka mayat tersebut adalah Trishanto Pemunda alias Anto (48), seorang petani asal Desa Lembobaru. Berdasarkan keterangannya, sekitar pukul 08.00 WITA ia sedang memindahkan sapi miliknya di area kebun, sekitar 50 meter dari pondok tersebut.

Setelah mengikat sapi, saksi mendekati pondok untuk melihat kondisinya.
Saat berada sekitar lima meter dari pondok, saksi melihat tulang kaki yang tampak di antara rerumputan yang telah menutupi lantai pondok. Merasa curiga, saksi kemudian bergegas kembali ke Desa Lembobaru untuk memberitahukan kejadian tersebut kepada ayahnya dan keluarga. Informasi itu kemudian menyebar ke masyarakat, yang selanjutnya mendatangi lokasi untuk memastikan temuan tersebut.

Beberapa warga, di antaranya Tirto, Azas, dan F. Lagarinda, membersihkan rerumputan di sekitar pondok sehingga kerangka mayat terlihat jelas. Berdasarkan ciri-ciri serta barang-barang yang ditemukan di sekitar lokasi, masyarakat dan pihak keluarga mengenali kerangka tersebut sebagai milik Sodara Feri Latole (59), warga Desa Lembobaru. Almarhum diketahui berjenis kelamin laki-laki, beragama Kristen, suku Mori, dan tidak memiliki pekerjaan tetap.

Menurut keterangan keluarga dan warga setempat, almarhum sehari-hari sering tidur di kebun dengan berpindah-pindah tempat dan jarang tinggal bersama keluarga di kampung.

Warga terakhir kali melihat korban sekitar bulan Maret 2025.
Di lokasi kejadian, polisi menemukan sejumlah barang milik almarhum, di antaranya sebuah karung berwarna biru berisi pakaian serta celana yang biasa digunakan korban.

“Info dari masyarakat terakhir ketemu bulan 3, sesuai barang yang dibawa almarhum. Almarhum sering tidur di pondok dan berpindah-pindah jarang di kampung,”ujar Kapolsek

Kapolsek Lembo, IPTU Marsel Yosef, S.H., bersama Kanit Reskrim Polsek Lembo AIPTU Tommy J. Hunow, S.H., dan Bhabinkamtibmas tiba di lokasi untuk mengamankan TKP serta memberikan arahan kepada masyarakat agar tidak mengganggu proses penyelidikan.
Sekitar pukul 12.30 WITA, personel piket Samapta Polres Morowali Utara dan Unit Inafis Satreskrim Polres Morowali Utara tiba di lokasi dan melakukan olah TKP.

Selanjutnya, kerangka mayat dievakuasi oleh Unit Inafis bersama Kapolsek Lembo dan dibawa ke rumah duka keluarga almarhum.

Kapolsek Lembo IPTU Marsel Yosef menyampaikan bahwa pihak kepolisian masih mendalami peristiwa tersebut guna memastikan penyebab kematian korban.

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less