Proyek Rp.13,5 Miliar di Bungku Utara yang Mandek
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Jumat, 19 Des 2025
- visibility 23
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MORUT- Tim Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro bersama Pemerintah Kabupaten Morowali Utara melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Morowali Utara menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada 3 Desember 2025. Forum ini mengungkap sejumlah temuan krusial terkait pembangunan infrastruktur yang hingga kini belum memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Salah satu sorotan utama adalah Bendungan Ula di Kecamatan Bungku Utara. Bendungan yang digadang-gadang menjadi tulang punggung pengembangan sektor pertanian dan perkebunan ini dirancang untuk mengairi sekitar 2.315 hektare lahan persawahan dan perkebunan.
Ironisnya, proyek strategis tersebut justru terbengkalai. Pembangunan Bendungan Ula yang dimulai sejak 2017 dan menyerap dana APBN serta APBD sebesar Rp13,5 miliar hingga kini belum berfungsi sebagaimana mestinya. Sejak tahun 2021, pembangunan terhenti akibat pengalihan anggaran untuk penanganan pandemi Covid-19.
Akibatnya, sistem irigasi Sungai Ula yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah itu belum mampu mengaliri satu pun areal persawahan sesuai perencanaan awal. Kondisi ini dinilai sebagai pemborosan anggaran, sementara petani di Bungku Utara masih bergantung pada sistem tadah hujan dan menghadapi ketidakpastian produksi.
- Penulis: Redaksi Beritamorut
























































Saat ini belum ada komentar