Haji Sulianti Murad Hadiri Rambu Solo di Toraja, 70 Ekor Kerbau Dipotong Termasuk Tedong Bonga yang Bernilai Ratusan Juta
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
- visibility 7
- print Cetak

Foto: Haji Sulianti Murad di Toraja (IST)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Toraja Utara – Tokoh politik asal Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Haji Sulianti Murad, SH, MM, atau yang akrab disapa Haji Anti, menghadiri upacara adat pemakaman Rambu Solo untuk almarhumah bibinya di Desa Sa’dan, Kabupaten Toraja Utara, Tanah Toraja.
Dalam prosesi adat yang penuh kekhidmatan tersebut, Haji Anti menyampaikan bahwa sebanyak 70 ekor kerbau dipotong, termasuk di antaranya beberapa Tedong Bonga – kerbau belang khas Toraja yang dikenal sangat mahal dan hanya digunakan dalam upacara adat kalangan bangsawan atau tokoh terhormat.
“Ada 70 ekor kerbau, untuk acara Rambu Solo. Tante mau dikubur, jadi dibuatkan acara adat Toraja,” ungkap Haji Anti saat diwawancarai.
Tedong Bonga, yang bisa mencapai harga ratusan juta rupiah per ekor, menjadi simbol penting dalam budaya Toraja. Warna belang putih-hitamnya yang unik serta nilai spiritual yang tinggi membuatnya tidak hanya sebagai hewan kurban, tapi juga sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada arwah leluhur.
Suasana di Desa Sa’dan terlihat khidmat dan penuh rasa hormat. Ribuan warga dan kerabat berkumpul untuk menyaksikan prosesi Rambu Solo yang berlangsung selama beberapa hari. Ritual pemotongan kerbau menjadi pusat perhatian, terutama ketika Tedong Bonga dihadirkan ke tengah arena — simbol status sosial, kekayaan keluarga, dan penghargaan terakhir kepada almarhumah.
Kehadiran Haji Sulianti Murad yang merupakan figur publik penting dari Sulawesi Tengah, memperlihatkan sisi personal dan kepeduliannya terhadap akar budaya. Meski disibukkan oleh aktivitas politik, ia menyempatkan diri untuk hadir langsung dan turut serta dalam setiap tahap prosesi adat.
Rambu Solo bukan sekadar upacara pemakaman, tetapi juga perwujudan nilai-nilai luhur Toraja: penghormatan, kebersamaan, serta penghargaan terhadap leluhur dan warisan budaya.
- Penulis: Redaksi Beritamorut





































Saat ini belum ada komentar