Breaking News :
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Mardiman Sane, Manusia Multitalenta

Mardiman Sane, Manusia Multitalenta

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
  • visibility 110
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Mardiman Sane, Manusia Multitalenta
Oleh: Hendly Mangkali

Ada orang yang kita kenal dari satu sisi, lalu waktu perlahan membuka tabir bahwa ia sebenarnya memiliki banyak wajah keberhasilan. Bagi saya, sosok itu adalah Dr. Mardiman Sane, SH,.MH.

Awalnya saya mengenalnya sebagai advokat tangguh asal tanah Mori. Pria yang lahir di Sampalowo, ditanah dimana saya sebagai penulis juga dilahirkan. Sosok Mardiman Sane yang lahir di desa kecil puluhan tahun silam ini menjadi bukti bahwa usaha, doa, dan konsistensi tidak pernah mengkhianati hasil.

Kedekatan kami bukan kebetulan. Selain berasal dari kampung yang sama, beliau sering membantu kerja-kerja jurnalisme investigasi yang saya lakukan. Lama-kelamaan, hubungan itu berubah menjadi lebih dari sekadar relasi profesional—ia menjadi kakak, mentor, sekaligus tempat belajar, berkeluh kesah dan menceritakan tentang banyak hal.

Namun waktu membawa kejutan. Semakin lama mengenal beliau, semakin terlihat bahwa kapasitasnya melampaui dunia hukum. Ia membangun usaha di berbagai bidang: kafe, entertainment system, properti, hingga otomotif. Seolah satu profesi saja tidak cukup untuk menampung energi dan visi besarnya.

Suatu sore di Circle Cafe—salah satu usahanya di pusat Kota Palu—saya berbincang bersama panitia reuni MIA Sampalowo 2026. Kami ingin menghadirkan artis, tetapi terbentur persoalan klasik: panggung, sound system, lighting. Semua orang tahu, standar artis bukan perkara murah. Dalam kebingungan itu, beliau tersenyum santai dan berkata, “Tenang dinda, saya punya.”
Kalimat sederhana, tetapi penuh makna. Tak lama kemudian, ia menunjukkan dokumentasi Invictus Entertainment System dan rumah produksi yang ia bangun bersama rekan bisnisnya: Raja Produksi. Sebagai pendatang baru di Sulawesi Tengah, nama ini mungkin belum lama terdengar. Namun melihat mereka dipercaya menangani event besar seperti HUT Kota Palu, jelas bahwa ini bukan sekadar coba-coba—ini keseriusan yang dibangun dengan visi dan profesionalisme.

Bagi saya, momen itu bukan sekadar solusi teknis agar artis bisa hadir di kampung kami desa Sampalowo. Lebih dari itu, saya melihat bagaimana seseorang membangun ekosistem: dari hukum, bisnis, hingga industri kreatif.
Ia tidak hanya bekerja untuk dirinya, tetapi membuka peluang bagi banyak orang.

Menjelang senja, saya bertanya lagi: selain advokat dan dosen, bisnis apa lagi yang dijalani? Ia menjawab singkat, namun membekas:

“Apa saja dinda, asal bisa jadi uang dan menenangkan jiwa.”

Kalimat itu terasa sederhana, tetapi sesungguhnya mengandung pelajaran penting: bekerja bukan hanya soal mencari penghasilan, melainkan juga mencari ketenangan batin. Ketika passion, keberanian mencoba, dan konsistensi bertemu, hasilnya bukan sekadar sukses, melainkan kebermanfaatan.

Mungkin itulah definisi manusia multitalenta: bukan orang yang mencoba banyak hal tanpa arah, melainkan seseorang yang berani menumbuhkan banyak potensi untuk memberi dampak lebih luas.

Mardiman Sane bukan hanya menumbuhkan kemantapan ekonomi yang ia bangun, tetapi merawat kemanusiaan lewat berbagai aksi kepedulian. Saya bergabung di tim relawannya yang hampir setiap saat ambulance kami bergerak membantu warga yang membutuhkan.

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less