Capaian PAD Morut 2025 di 52,55%
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
- visibility 11
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MORUT- Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun 2025 hingga kini masih belum sejalan dengan harapan yang dibangun di awal tahun anggaran. Dari target sebesar Rp303.815.044.583, capaian yang berhasil dibukukan baru mencapai Rp159.648.379.521 atau sekitar 52,55 persen.
Angka ini menunjukkan bahwa lebih dari separuh target telah diraih, namun masih menyisakan jarak yang lebar antara potensi dan kenyataan.
Kondisi tersebut menjadi cerminan bahwa kekayaan dan peluang yang dimiliki daerah belum sepenuhnya terkelola secara optimal. Daerah ini sesungguhnya dianugerahi beragam potensi, mulai dari sektor sumber daya alam, pertanian, perikanan, jasa, hingga aktivitas ekonomi masyarakat yang terus tumbuh.
Potensi-potensi itu semestinya menjadi sumber kekuatan PAD, mengalir sebagai denyut nadi pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik.
Namun realisasi yang belum sesuai harapan ini mengisyaratkan adanya mata rantai yang belum terhubung dengan baik. Bisa jadi pengelolaan potensi belum maksimal, sistem pemungutan masih memiliki celah, atau pemanfaatan aset daerah belum sepenuhnya memberi nilai tambah. Angka PAD yang tertahan di angka 52,55 persen seakan menegaskan bahwa masih banyak peluang yang belum tergarap, masih ada potensi yang berjalan di tempat.
PAD bukan sekadar target angka dalam dokumen anggaran. Ia adalah wajah kemandirian daerah, ukuran sejauh mana daerah mampu berdiri di atas kekuatannya sendiri. Ketika realisasinya belum optimal, maka yang tertunda bukan hanya pendapatan, tetapi juga percepatan pembangunan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta ruang fiskal untuk menjawab kebutuhan dasar warga.
Ke depan, tantangan ini menuntut langkah yang lebih berani dan terarah. Potensi daerah perlu dibaca ulang dengan lebih jujur, dikelola dengan inovasi, dan dijaga dengan tata kelola yang kuat. Dengan begitu, potensi yang selama ini tersimpan dapat benar-benar diubah menjadi kekuatan nyata, dan PAD tidak lagi sekadar harapan di atas kertas, melainkan fondasi kokoh bagi masa depan pembangunan daerah.
- Penulis: Redaksi Beritamorut
























































Saat ini belum ada komentar