Breaking News :
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Bendungan Bocor, Kelompok Tani Matanje Mayumba, Berharap Bisa Bertemu Ketua DPRD Morut

Bendungan Bocor, Kelompok Tani Matanje Mayumba, Berharap Bisa Bertemu Ketua DPRD Morut

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 85
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MOROWALI UTARA – Kondisi bendungan yang menjadi sumber pengairan lahan pertanian Kelompok Tani Matanje, Desa Mayumba, Kecamatan Mori Utara, Kabupaten Morowali Utara, dikeluhkan petani. Bendungan tersebut disebut telah mengalami kebocoran di banyak titik dan kondisinya semakin memprihatinkan.

Untuk mempertahankan aliran air ke lahan pertanian, para petani terpaksa melakukan perbaikan secara swadaya dengan peralatan seadanya. Sejumlah titik kebocoran bahkan hanya ditambal menggunakan terpal dan karung agar air tidak terus terbuang.

Ket foto: Bendungan bocor

Salah seorang petani Kelompok Tani Matanje mengungkapkan, kondisi tersebut cukup menyulitkan masyarakat, khususnya para petani yang bergantung pada bendungan untuk memenuhi kebutuhan air lahan pertanian mereka.

“Ini tinggal ditambal dengan terpal dan karung. Kasihan sekali petani yang ada di Kelompok Tani Matanje, Desa Mayumba. Kami kesulitan masalah air karena bendungan sudah sangat memprihatinkan,” keluhnya. (10/8)

Ket foto: Swadaya tambal kebocoran

Kelompok Tani Matanje diketahui beranggotakan sekitar 33 orang, dengan luas lahan pertanian yang mencapai kurang lebih 50 hektare. Dengan kondisi bendungan yang mengalami kebocoran di sejumlah titik, para petani khawatir persoalan tersebut dapat semakin mengganggu aktivitas pertanian apabila tidak segera mendapatkan penanganan.

Saat ini, masyarakat masih berupaya memperbaiki bendungan secara gotong royong menggunakan alat dan bahan seadanya. Namun, upaya tersebut dinilai belum mampu menjadi solusi permanen karena kebocoran terjadi di banyak titik dan sebagian di antaranya cukup besar.

Petani berharap persoalan tersebut mendapat perhatian pemerintah daerah maupun pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap sektor pertanian. Mereka juga berharap Ketua DPRD Morowali Utara, Warda Dg Mamala, dapat membantu memfasilitasi aspirasi masyarakat agar kondisi bendungan tersebut bisa segera direnovasi.

“Pak, bisa kah fasilitasi saya ke Ibu Warda atau Mamala bersaudara untuk renovasi bendungan Kelompok Tani Mayumba,” harap petani tersebut.

Para petani berharap persoalan infrastruktur irigasi tidak dibiarkan berlarut-larut. Sebab, bagi masyarakat Kelompok Tani Matanje, bendungan bukan sekadar bangunan penampung air, tetapi merupakan salah satu penopang utama keberlangsungan lahan pertanian dan kehidupan puluhan keluarga petani di Desa Mayumba.

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less