Jurnalis Senior Morowali Utara Alami Kecelakaan, Usianya 64 Tahun Semangatnya Tak Pernah Padam
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
- visibility 21
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MOROWALI UTARA – Kabar kurang menyenangkan datang dari dunia pers Morowali Utara. Jurnalis senior, Rudy A. Mairi atau yang akrab disapa Om Rudy, mengalami kecelakaan setelah ditabrak dari belakang oleh pengendara sepeda motor lain, Sabtu (7/2/2026).
Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Bunta. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Om Rudy sempat mendapatkan penanganan di klinik sebelum akhirnya dibawa pulang ke rumah untuk beristirahat.
“Kecelakaan di Bunta, ditabrak dari belakang. Sempat ke klinik tapi sudah dibawa di rumah,” ujar Rudini, salah satu jurnalis di Morowali Utara.
Kecelakaan yang dialami Om Rudy menjadi pengingat bahwa profesi jurnalis bukanlah pekerjaan tanpa risiko. Di balik setiap berita yang tersaji, ada perjuangan, tenaga, waktu, bahkan keselamatan yang dipertaruhkan.
Di usia yang tak lagi muda untuk ukuran seorang wartawan lapangan, umur 64 tahun Om Rudy tetap setia menjalankan tugasnya. Panas terik, hujan deras, hingga perjalanan jauh ke pelosok daerah bukanlah halangan baginya. Semangatnya dalam memburu informasi dan menyuarakan kepentingan publik patut diapresiasi.
Bagi banyak jurnalis di Morowali Utara, Om Rudy bukan hanya rekan kerja, tetapi juga sosok panutan. Ia menunjukkan bahwa menjadi wartawan bukan sekadar profesi, melainkan panggilan jiwa. Dedikasinya membuktikan bahwa usia bukanlah batas untuk tetap produktif dan berkontribusi bagi masyarakat.
Menjelang momentum Hari Pers Nasional 09 Februari 2026, kisah Om Rudy menjadi refleksi tentang kerasnya perjuangan insan pers. Wartawan bekerja di balik layar demokrasi, memastikan informasi tersampaikan dengan jujur dan berimbang. Mereka hadir di tengah peristiwa, sering kali tanpa sorotan, demi memastikan publik tidak kehilangan hak atas informasi.
Profesi ini menuntut integritas, keberanian, dan konsistensi. Wartawan bukan hanya pencatat peristiwa, tetapi juga penjaga nurani publik. Mereka menjadi saksi sejarah, pengawas kebijakan, dan suara bagi mereka yang tak terdengar.
Doa dan harapan pun mengalir agar Om Rudy segera pulih dan kembali beraktivitas. Semangatnya menjadi simbol bahwa perjuangan jurnalis tidak pernah padam bahkan ketika tantangan datang silih berganti.
Di balik setiap berita, ada pengorbanan. Dan di balik pengorbanan itu, ada dedikasi yang tak ternilai.
- Penulis: Redaksi Beritamorut
























































Saat ini belum ada komentar