Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Morowali Utara Lalod
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
- visibility 38
- print Cetak

Foto: Illustrasi foto loyo (AI)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MORUT- Dalam dunia sepak bola, pergantian pemain adalah strategi wajib. Pelatih tidak akan ragu menarik pemain yang kehilangan agresivitas, tumpul dalam serangan, atau lemah dalam bertahan. Semua dilakukan demi menjaga ritme permainan dan peluang kemenangan tim.
Analogi ini tampaknya relevan untuk menggambarkan situasi yang kini dihadapi Pemerintah Kabupaten Morowali Utara. Bupati dan Wakil Bupati perlu melakukan “pergantian pemain” dalam jajaran perangkat daerahnya, terutama di Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora).
Kepemimpinan Jibrail H. Abd. Kadir di dinas ini kini diibaratkan seperti pembalap motor yang mogok di tengah lintasan. Awalnya diharapkan menjadi motor penggerak sektor pariwisata dan olahraga, namun belakangan justru tampak kehilangan tenaga, lesu, lalod dan minim gebrakan.
Padahal sektor pariwisata merupakan potensi besar Morowali Utara. Keindahan Teluk Tomori dan sekitarnya punya daya tarik yang bisa mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) jika dikelola dan dipromosikan dengan serius. Sayangnya, langkah promosi dan publikasi daerah tampak berjalan lamban, seolah tanpa arah yang jelas.
Sementara itu, pada sektor olahraga, kehadiran Dinas juga mulai dipertanyakan. Beberapa event penting seperti Bupati Cup dan Turnamen Domino Open PORDI Morut, tidak dihadiri langsung oleh Kadis. Padahal, momen-momen seperti ini menjadi ajang penting untuk menunjukkan dukungan, motivasi, dan pembinaan terhadap para atlet dan komunitas olahraga lokal.
Baik pariwisata maupun olahraga sejatinya adalah wajah daerah keduanya memperluas citra Morowali Utara di mata publik dan dunia luar. Namun ketika dua sektor strategis ini melemah, maka sudah sepatutnya pimpinan dinasnya mendapat evaluasi serius.
Bupati dan Wakil Bupati tentu menginginkan tim kerja yang solid dan agresif dalam mendukung visi besar pemerintahan Morowali Utara. Karena itu, langkah evaluasi, bahkan “pergantian pemain”, bukan hal yang berlebihan, melainkan bagian dari strategi agar “tim pemerintahan” tetap bisa mencetak gol untuk kesejahteraan masyarakat.
- Penulis: Redaksi Beritamorut
























































Saat ini belum ada komentar