Breaking News :
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Morut » Dinas Pendidikan Morut Menata Makam Raja Mori di Sampalowo

Dinas Pendidikan Morut Menata Makam Raja Mori di Sampalowo

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
  • visibility 18
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Morowali Utara – Upaya pelestarian sejarah dan kebudayaan lokal terus mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Morowali Utara. Melalui Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan, pemerintah secara bertahap melakukan rehabilitasi makam Raja Mori Mokole Marunduh Datu Ri Tana Tawe Wulanderi di Desa Sampalowo, Kecamatan Petasia Barat.

Sejak 2024 hingga 2025, program ini dijalankan secara berkesinambungan. Tahun pertama fokus pada pembangunan pagar samping dan belakang makam, disusul tahun ini dengan pembenahan pagar depan. Pekerjaan ini dimaksudkan agar area pemakaman lebih tertata, terlindungi, dan mencerminkan nilai sejarah yang dikandungnya.

Kepala Bidang Kebudayaan, Eli Sudrajab Petalolo, S.Pd.,MAP menjelaskan bahwa rencana tahun depan tidak hanya berhenti pada pagar. Bagian dalam kompleks makam akan ditata menyerupai pendopo. “Kami ingin menciptakan ruang yang nyaman bagi masyarakat untuk berziarah maupun belajar sejarah. Ada lantai untuk melantai, pencahayaan yang baik, dan tata ruang yang rapi. Dengan begitu anak-anak sekolah, masyarakat umum, hingga pengunjung luar daerah bisa datang, mengenal, dan menghargai sejarah Mori,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa setelah tahap penataan selesai, pengelolaan makam akan diserahkan kepada pemerintah desa. Dengan demikian, masyarakat setempat juga dilibatkan secara aktif untuk menjaga dan memelihara situs bersejarah ini.

Kepala Dinas Pendidikan Morowali Utara, Muhammad Ridwan Dg Malureng, menambahkan bahwa program ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam merawat sejarah dan kebudayaan Morut. “Pembangunan pagar keliling dan rehabilitasi makam Raja Mori adalah bentuk kepedulian kami. Sejarah adalah identitas, dan tugas kita menjaganya agar tidak hilang ditelan waktu,” tegasnya.

Foto: Kadis pendidikan kunjungi makam Raja Mori (IST)

Pemerintah Desa Sampalowo pun menyambut baik langkah ini. Dukungan warga menjadi modal penting agar makam Raja Mori Mokole Marunduh Datu Ri Tana Tawe Wulanderi bukan hanya sekadar tempat peristirahatan leluhur, tetapi juga menjadi pusat edukasi sejarah dan destinasi budaya bagi generasi mendatang.

Dengan penataan yang berkelanjutan, kompleks makam Raja Mori diharapkan menjadi simbol penghormatan kepada leluhur sekaligus ruang belajar sejarah yang hidup bagi masyarakat Morowali Utara.

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less