100 Tahun Desa Koromatantu: Refleksi Kepemimpinan Visioner Alfianus Doe dalam Merawat Sejarah dan Membangun Masa Depan
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Minggu, 3 Agt 2025
- visibility 24
- print Cetak

Foto: Kades Koromatantu tabur bunga di makam (IST)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Morowali Utara – Tepat pada tanggal 1 Agustus 2025, Desa Koromatantu, Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara, menandai momen bersejarah: satu abad perjalanan desa yang kaya akan nilai budaya, perjuangan, dan semangat gotong royong.
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-100 ini tidak sekedar menjadi seremonial biasa, namun menjadi momentum edukatif untuk menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, sejarah, dan semangat kebersamaan kepada generasi muda. Kegiatan pembukaan diawali dengan upacara, jalan santai, lalu dilanjutkan dengan tabur bunga di makam para pendiri desa serta para mantan kepala desa yang telah wafat. Rangkaian kegiatan ini menjadi simbol penghargaan terhadap para pendahulu yang telah meletakkan fondasi kuat bagi desa.
Kepemimpinan yang Menghormati Akar dan Merawat Masa Depan
Alfianus Doe, Kepala Desa Koromatantu saat ini, menunjukkan kelasnya sebagai seorang pemimpin yang bukan hanya mengelola, tetapi juga memelihara warisan dan menyatukan masyarakat dalam semangat pembangunan.
“Seratus tahun bukan waktu yang singkat. Ini adalah perjalanan panjang yang telah dilalui oleh banyak generasi. Kita harus belajar dari sejarah, menghargai jasa para pendahulu, dan mewariskan nilai itu kepada anak cucu,” ungkap Alfianus kepada media
Selama masa kepemimpinannya, Alfianus dikenal sebagai sosok yang terbuka, aktif mendorong partisipasi masyarakat, dan konsisten memperjuangkan program-program berbasis kebutuhan warga. Ia berusaha menyeimbangkan pembangunan fisik dengan pelestarian budaya lokal, serta membuka ruang untuk kreativitas generasi muda lewat kegiatan seni dan olahraga yang turut mengisi rangkaian acara HUT ke-100 ini.
Pendidikan Kepemimpinan Melalui Tradisi dan Partisipasi
Salah satu agenda penutup yang rencananya akan digelar pada tanggal 9 Agustus adalah kegiatan “Melimbu”, sebuah tradisi lokal yang sarat makna. Melalui tradisi ini, warga diajak untuk merenung, memperkuat ikatan sosial, dan menumbuhkan semangat kepemimpinan kolektif di tengah masyarakat.
Kegiatan olahraga dan kesenian yang mengisi perayaan dari tanggal 1 hingga 9 Agustus juga bukan sekedar hiburan, tapi ruang pendidikan informal yang mengajarkan nilai kerja sama, sportivitas, dan kebanggaan terhadap identitas desa.
Koromatantu: Dari Desa Tua Menuju Masa Depan Cerah
Di tengah perkembangan zaman dan tantangan modernisasi, Desa Koromatantu di bawah komando Alfianus Doe membuktikan bahwa desa bisa tumbuh tanpa kehilangan jati dirinya. Alfianus menunjukkan bahwa pemimpin yang baik adalah mereka yang hadir di tengah masyarakat, menghargai sejarah, membangun dengan hati, dan berpikir jauh ke depan.
Perayaan seabad Koromatantu adalah bukti bahwa ketika sejarah dihargai, kepemimpinan dijalankan dengan kejujuran, dan warga dilibatkan, maka masa depan desa akan tetap terang.
- Penulis: Redaksi Beritamorut









































Saat ini belum ada komentar