Warga Parimo Ceritakan Sosok Warda Dg Mamala Tahun 1995 Jadi Instruktur Komputer di Poso
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
- visibility 13
- print Cetak

Foto: Warda Dg Mamala (IST)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MORUT- Perjalanan hidup Warda Dg Mamala, SE, menjadi potret konsistensi, ketekunan, dan dedikasi seorang perempuan yang menapaki jalan panjang pengabdian. Politisi perempuan kelahiran Tamainusi, 3 Maret 1969 ini, sejak muda dikenal sebagai sosok yang tekun belajar dan mudah bergaul dengan siapa saja.
Warda menamatkan pendidikan menengahnya di SMA Negeri 1 Poso pada tahun 1987. Semangat belajarnya kemudian membawanya melanjutkan studi Strata 1 di Universitas Sintuwu Maroso (Unsimar) Poso Tahun 1991, jurusan Ekonomi.
Usai menyelesaikan bangku kuliah, Warda tidak serta-merta memilih jalan mudah. Pada tahun 1995, ia justru mendedikasikan ilmunya sebagai instruktur di Sari Dewi Komputer, sebuah tempat kursus yang cukup dikenal masyarakat Poso kala itu, berlokasi di depan Pasar Sentral Poso. Di tempat inilah Warda dikenal sebagai pengajar yang cerdas, sabar, dan memiliki budi pekerti yang baik.
Salah satu mantan muridnya, I Wayan Serianto, warga Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), masih mengingat dengan jelas sosok Warda Dg Mamala di masa itu. Ia bercerita bahwa Warda merupakan instruktur yang disegani sekaligus disukai para siswa.
“Tahun 1995 beliau instruktur komputer Sari Dewi di Kota Poso. Saya adalah salah satu siswanya. Waktu itu muridnya banyak. Saya ikut kursus mengambil paket WS dan Lotus,” kenangnya.
Bagi Wayan, kecerdasan dan kepribadian Warda sudah terlihat sejak dulu. Karena itu, ketika kini melihat mantan instruktur yang pernah membimbingnya telah menjabat sebagai Ketua DPRD Morowali Utara, ia sama sekali tidak terkejut.
“Saya lihat beliau sekarang sudah jadi anggota DPRD, bahkan Ketua DPRD. Itu sangat wajar, karena orangnya memang pintar dan berbudi baik kepada orang lain,” ujarnya.
Kisah ini menjadi bukti bahwa kepemimpinan yang kuat kerap tumbuh dari ketulusan dalam berbagi ilmu dan sikap rendah hati sejak dini. Sosok Warda Dg Mamala bukan hanya lahir dari panggung politik, tetapi ditempa dari ruang kelas kecil, papan tulis, dan interaksi hangat dengan masyarakat, nilai-nilai yang terus ia bawa hingga kini dalam mengemban amanah sebagai pemimpin daerah.
- Penulis: Redaksi Beritamorut






































Saat ini belum ada komentar