Sekilas Tentang Desa Jamor Jaya
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
- visibility 67
- print Cetak

Ket: Desa Jamorjaya (IST)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Morowali Utara – Desa Jamor Jaya di Kecamatan Lembo Raya, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, menjadi salah satu desa yang berkembang melalui program transmigrasi dan kini dikenal dengan kehidupan masyarakat yang beragam serta bertumpu pada sektor pertanian dan perkebunan.
Desa Jamor Jaya merupakan singkatan dari tiga suku utama yang mendiami wilayah ini, JAMOR= Jawa, Mori, dan Flores. Keberadaan masyarakat Flores di desa ini bermula dari program transmigrasi pemerintah pada Februari 1988. Saat itu, sebanyak 104 kepala keluarga (KK) ditempatkan di wilayah tersebut untuk membuka lahan pertanian dan membangun kehidupan baru. Pemerintah memberikan lahan pertanian sekaligus rumah sebagai tempat tinggal para transmigran.
Seiring waktu, desa ini berkembang menjadi wilayah dengan komposisi penduduk heterogen. Saat ini, sekitar 50% warga berasal dari Flores, 40% Jawa, dan 10% Mori, dengan jumlah penduduk kurang lebih 400 kepala keluarga.
Di Jamor Jaya mayoritas petani karet dan penghasil ratusan ton karet mentah tiap bulannya, Ada 3 pengrajin, pisau sadap,
Pengrajin kain tenun Flores, dan penjahit baju Adat, kesenian Jawa Reog Ponorogo dan Kesenian Flores
Dari sisi pembangunan, akses jalan utama desa telah diaspal sehingga memudahkan mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian. Di bidang pendidikan, tersedia fasilitas sekolah, salah satunya SMP Negeri 4 Lembo Raya yang melayani kebutuhan pendidikan generasi muda desa.
Secara ekonomi, masyarakat Jamor Jaya banyak bergantung pada perkebunan karet, pertanian, usaha mandiri, serta pekerjaan di perusahaan.
Keberadaan fasilitas pengolahan karet juga menjadi salah satu penopang ekonomi lokal yang membantu meningkatkan nilai hasil produksi masyarakat.
Dengan keberagaman latar belakang dan semangat gotong royong, Desa Jamor Jaya terus berkembang sebagai kawasan transmigrasi yang berhasil membangun identitas baru melalui persatuan tiga budaya.
- Penulis: Redaksi Beritamorut
























































Saat ini belum ada komentar