Breaking News :
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Morut » Rumah Berlantai 2, Punya 2 Mobil di Desa Saemba Walati Jadi Penerima BLT

Rumah Berlantai 2, Punya 2 Mobil di Desa Saemba Walati Jadi Penerima BLT

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month Selasa, 10 Agt 2021
  • visibility 8
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Rumah 2 Lantai Penerima BLT

BERITAMORUT.COM- Warga desa Saemba Walati Kecamatan Mori Utara kabupaten Morowali Utara (Morut) yang rumahnya berlantai 2, memiliki 2 mobil dan juga kios menjadi penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) sejak bulan januari 2021,

Bermula dari informasi yang di sampaikan warga, Tim media Beritamorut.com dan Targettipikor.com berangkat menuju desa Saemba Walati pada Senin malam 09 agustus 2021, kami sengaja menuju desa tersebut malam hari, karena aktivitas petani didesa membuat susah bertemu beberapa nara sumber.

Sampai desa Saemba Walati kami langsung mengambil gambar dan video penerima BLT, Ibu Baranmaupa yang merupakan warga masuk kategori kaya, untuk desa di wilayah pelosok,

Berbagi koordinasi, tim lapangan kami menemui beberapa warga. Dan tim dari redaksi melakukan koordinasi dengan kepala desa Saemba Walati.Mantan kaur perencanaan Desa Saemba Walati Ludia membenarkan keluarga Baranmaupa penerima BLT, dan dibenarkan juga oleh warga yang lainnya,

Ibu Ludia

“Ibu Baranmaupa penerima BLT, sampai sekarang,”ujar warga.

“Iya benar jadi penerima BLT sejak tahun 2020 sampai sekarang,”ujar bapak Matius R kepada media

Bapak Matius

Tim redaksi yang melakukan konfirmasi kepada kades Saemba Walati mendapat informasi dari anak kepala desa bahwa kades sedang ke Puskesmas Lee mengantar salah satu pasien yang akan dirujuk ke Kolonodale,

Tim redaksi mencoba melakukan konfirmasi via telpon kepada salah satu staf Puskesmas Lee akan kebenaran informasi tersebut,

“Iya tadi ada pasien di rujuk ke Kolonodale, dari desa Saemba Walati dan ada kepala desa. Cuma saya sudah pulang, besok kami tracking didesa Saemba Walati,” ujar Staf yang tidak berkenan disebutkan namanya.

Mendapatkan informasi akan ada tracking yang berkaitan dengan kasus covid-19, kami pun menarik semua tim lapangan untuk kembali, dan memutuskan konfirmasi kepada kepala desa via sambungan telpon atau whatshap,

Saat konfirmasi dengan kepala desa Saemba Walati via telpon tidak dijawab, dan setelah beberapa saat menjawab pesan whatshap kami. Dalam konfirmasi via pesan whatshap dengan Kades, terjadi perdebatan, kades menunjukan sikap tertutup, dan mengalihkan pembicaraan. Bahkan berdalih tidak tau atas semua keganjilan yang terjadi didesa,

“Iya itu blt pusat sudah masuk daftar hapus lalu tapi saya juga tdak tau kenapa masih keluar namanya sedangkan yang sudah pindah ada keluar namanya jadi kami juga tidak tau pak,”pesan whatshap kades setelah kami desak.

Ketika kami memastikan nilai setiap penerima BLT kades mengaku tidak tau, bahkan kades pun enggan memperkenalkan namanya sendiri, saat media melakukan konfirmasi,

“Tanyakan sj ke pk pos pak krn drg yg salurkan,” ujar Kades.

Kami mendapat informasi warga, nama Kades Saemba Walati Yaniartin Lalundo. Penerima BLT yang adalah seorang warga masuk kategori Kaya, dan terjadi sudah lama. Tentu menjadi tanda tanya. Mengingat sasaran BLT pemerintah adalah warga yang tidak mampu atau masuk kategori warga miskin. Temuan media ini, bisa jadi informasi awal bagi penegak hukum, bagi Inspektorat Morut untuk melakukan pemeriksaan.**

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less