Proyek Jalan Karavasa–Lemowalia, Salubiro, Dikerjakan Tidak Sesuai Harapan Warga
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
- visibility 18
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Morowali Utara – Kondisi ruas jalan penghubung antara Dusun Karavasa menuju Lemowalia dan Salubiro, kecamatan Bungku Utara kabupaten Morowali Utara (Morut), kian memprihatinkan. Alih-alih membaik, warga justru menyaksikan jalan tersebut makin rusak setelah dikerjakan, meninggalkan kekecewaan dan kesedihan mendalam di tengah harapan yang sempat tumbuh saat awal pembukaan jalan.
Seorang warga menyampaikan, pekerjaan jalan tersebut jauh dari harapan. Bukannya memperlancar akses, justru menambah beban bagi masyarakat yang setiap hari melintasinya. “Jalannya malah makin parah, bukan makin baik,” ucap warga dengan nada kecewa.
Kepala desa setempat mengaku tidak tinggal diam atas kondisi ini. Ia mengungkapkan bahwa keluhan masyarakat telah disampaikan langsung kepada pihak berwenang. Bahkan, dalam forum resmi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, pihak desa sudah menyuarakan protes dan harapan warga agar proyek ini dievaluasi dan dilanjutkan dengan serius.
“Soal ruas jalan itu tidak sesuai harapan pak, malah makin parah, hanya saja ada info dari pihak terkait akan di sambung kembali ketika musim panas bulan 9,” tutur salah satu kepala desa dengan nada prihatin. (18/7)
Menurut informasi terakhir dari pihak pelaksana, proyek ini rencananya akan kembali dilanjutkan pada musim kemarau, sekitar bulan September. Namun, kondisi cuaca saat ini menjadi salah satu alasan teknis mengapa pekerjaan belum dapat diselesaikan secara maksimal.
Di tengah jalan yang kian memburuk dan janji yang belum pasti, masyarakat hanya bisa berharap: semoga musim panas mendatang tak hanya membawa keringnya cuaca, tapi juga hadirnya solusi dan perbaikan nyata di jalan yang telah lama mereka impikan.
Rekonstruksi jalan Lemo-Lemowalia pada tahun 2022 menghabiskan anggaran Rp. 8.334.999.999 dikerjakan oleh CV. Bintang Baru.
Anggaran daerah begitu banyak yang terbuang di wilayah pedalaman, namun hasilnya jauh dari harapan. Wilayah pedalaman pun yang masuk kategori sulit, tidak terjangkau oleh penegak hukum sehingga terkesan dibiarkan.
- Penulis: Redaksi Beritamorut
























































Saat ini belum ada komentar