Breaking News :
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Oknum Kades “BELESU” di Morut tidak Kena Sanksi

Oknum Kades “BELESU” di Morut tidak Kena Sanksi

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month Senin, 29 Des 2025
  • visibility 27
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MORUT – Hingga kini, kasus dugaan pelanggaran moral yang melibatkan seorang oknum kepala desa di Kecamatan Petasia Timur belum menunjukkan kejelasan penanganan.

Peristiwa yang sempat menghebohkan masyarakat itu perlahan menghilang dari ruang publik tanpa adanya sanksi atau keputusan resmi dari pemerintah daerah.

Peristiwa tersebut terjadi saat warga memergoki oknum kepala desa berada di rumah seorang perempuan yang diketahui telah bersuami. Warga kemudian mengepung rumah tersebut. Dalam rekaman yang beredar luas dan diberitakan media, oknum kades terlihat keluar kamar dalam kondisi tergesa-gesa. Dalam wawancara, yang bersangkutan juga mengakui bahwa dirinya memang digerebek warga.

Kasus ini memicu reaksi keras dari masyarakat. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bersama warga menyatakan penolakan terhadap kepemimpinan oknum kades tersebut. Surat resmi penolakan telah disampaikan dan ditembuskan kepada pimpinan daerah sebagai bentuk tuntutan agar pemerintah mengambil tindakan tegas.

Namun hingga saat ini, belum ada keputusan atau sanksi yang dijatuhkan. Pemerintah daerah dinilai tidak memberikan respons yang jelas, sehingga menimbulkan kekecewaan dan ketidakpercayaan di tengah masyarakat.

“Penolakan dari masyarakat dan BPD sudah disampaikan ke kepala daerah, tapi sampai sekarang tidak ada sanksi,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terkait komitmen pemerintah dalam menegakkan etika dan moral aparatur desa. Kepala desa bukan hanya pemegang kewenangan administratif, tetapi juga figur yang seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat.

Pembiaran terhadap kasus ini dinilai berpotensi mencederai kepercayaan publik dan memberi preseden buruk bagi tata kelola pemerintahan desa. Ketika dugaan pelanggaran moral tidak ditindaklanjuti secara tegas, maka yang dirugikan bukan hanya masyarakat setempat, tetapi juga wibawa pemerintahan secara keseluruhan.

Warga Petasia Timur kini menunggu sikap tegas dan keputusan konkret dari pemerintah daerah. Bukan sekadar klarifikasi, tetapi tindakan nyata yang menunjukkan bahwa aspirasi masyarakat dan etika kepemimpinan tetap dihargai dan ditegakkan.

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less