Breaking News :
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Morut » Aksi Penambangan Ilegal Didepan Mata, APH Jangan Tutup Mata

Aksi Penambangan Ilegal Didepan Mata, APH Jangan Tutup Mata

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month Kamis, 10 Mar 2022
  • visibility 7
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Lokasi penambangan ilegal

MOROWALI UTARA- Aksi penambangan ilegal yang terjadi dilokasi eks Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT. Bumi Bangun Indah (BBI) diwilayah desa Ganda-Ganda, Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara (Morut), Propinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) bisa dikatakan ada Didepan mata.

Pasalnya, aksi penambangan tersebut berada dipinggir jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan Kolonodale menuju Soyojaya. Anehnya, Aparat Penegak Hukum seakan tidak tahu akan adanya aktivitas penambangan yang diduga tanpa legalitas yang jelas.

Setelah adanya pemberitaan awal terkait adanya penambangan ilegal di lokasi eks IUP PT. BBI, wartawan mencoba melakukan konfirmasi kepada Kapolres Morut, AKBP. dengan mempertanyakan apakah pihaknya sudah memonitoring adanya aksi penambangan ilegal lokasi tersebut.

Menanggapi konfirmasi wartawan Kapolres Morut menjawab singkat dengan mengatakan, akan melakukan kroscek terlebih dahulu. “Waalaikum’slm mas..kami cek dulu mas, trimakasih infonya ??”, tulis Kapolres Morut via pesan WhatsApp.

Tidak berhenti di Kapolres Morut, wartawan media ini pun mencoba melakukan konfirmasi kepada Wadir Krimsus Polda Sulteng, namun tidak mendapat tanggapan. Hal ini terbukti dari pesan WhatsApp yang terbaca, tapi tidak mendapat balasan.

Sementara, pihak Pos TNI Angkatan Laut Morut saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya tidak bisa masuk bicara soal aktivitas penambangan dilokasi tersebut.

Terpisah, Syahbandar melalui Muharam Nurdin saat dikonfirmasi menyebut, pinaknya hanya mengurus soal kapalnya. Jika dokumen lengkap dan sudah melakukan pembayaran royalti pajak dari ESDM, makan pihaknya akan memberangkatkan kapalnya.

“Kalau tidak lengkap dokumen barangnya, kami tidak berani berangkatkan. Untuk lebih jelasnya, tanyakan langsung saja ke pihak perusahaan… Kalau masalah di darat,” ujar Muharram Nurdin.**

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less