Breaking News :
light_mode
Trending Tags

Musibah di Tengah Jalan Kemanusiaan, Ambulans Fauzan Mamala Alami Insiden, Saat Bawa Pasien Rujukan Kolonodale-Makassar

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 267
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Beritamorut.com- Sebuah perjalanan kemanusiaan tak selalu berakhir dengan mudah. Di saat tim relawan berjuang mengantarkan pasien demi keselamatan seseorang, justru kendaraan yang mereka gunakan untuk menolong sesama menjadi korban kecelakaan.

Ada kalanya orang yang selama ini hadir membantu kesulitan orang lain, justru harus menghadapi kesulitan yang tidak pernah mereka bayangkan.

Itulah yang dialami tim ambulans relawan Muh. Fauzan Ari Nugraha, S.Ap atau yang dikenal dengan Fauzan Mamala. Sabtu, 31 Oktober 2026 dini hari, saat menjalankan misi kemanusiaan mengantarkan pasien rujukan dari RSUD Kolonodale menuju Kota Makassar, sebuah insiden kecelakaan terjadi di wilayah Parepare.

Sebuah mobil Honda Brio berwarna putih yang melaju dari arah Makassar menuju Sidrap, diduga kehilangan kendali saat melewati tikungan. Mobil tersebut keluar jalur dan menghantam ambulans relawan Fauzan Mamala.

Dugaan sementara, pengemudi mobil Brio mengantuk hingga kehilangan kendali. Peristiwa tersebut terekam dalam video yang diterima media ini.

Ambulans saat itu dikemudikan oleh Reza, yang bertugas bergantian dengan Angko. Namun, di tengah situasi yang tentu membuat siapa pun panik, para relawan tidak menjadikan kerusakan kendaraan sebagai hal pertama yang harus dipikirkan.

Tim segera berkoordinasi meminta bantuan ambulans lain untuk datang dan melanjutkan perjalanan pasien menuju Makassar. Bagi mereka, kendaraan bisa diperbaiki, tetapi keselamatan dan nyawa manusia tidak boleh dipertaruhkan.

Sementara itu, ambulans relawan Fauzan Mamala harus dievakuasi dan diangkut pada pagi harinya. Rekaman video sejak detik-detik terjadinya insiden hingga kondisi kendaraan diterima oleh media ini. Gambaran yang tersaji menjadi potret lain dari perjalanan panjang sebuah pengabdian kemanusiaan.

Fauzan Mamala sempat meminta seluruh tim agar tidak menyampaikan kondisi kecelakaan tersebut kepada publik. Ia ingin menjaga perasaan ibunya, yang saat ini juga sedang menjalani pengobatan, agar tidak terbebani pikiran mengenai musibah yang menimpa tim ambulansnya. Setelah kondisi ambulans disampaikan kepada orang tuanya dan dapat dipahami, barulah kondisi tersebut dipublikasikan.

Kini, di tengah musibah yang dialami, seluruh tim relawan menyampaikan permohonan maaf apabila untuk sementara pelayanan ambulans harus dihentikan. Mereka juga memohon doa agar semuanya diberikan kekuatan dan keadaan segera membaik.

Kabar kecelakaan ini ternyata menyentuh hati masyarakat yang selama ini menyaksikan perjalanan pelayanan ambulans relawan Fauzan Mamala. Salah satunya seorang warga Porandaa bernama Ibu Ira. Ia langsung menghubungi media ini. Bahkan, meski belum mengetahui secara pasti kondisi kecelakaan tersebut, suaranya terdengar bergetar dan ia menangis melalui sambungan telepon.
Dengan penuh kekhawatiran, ia menyampaikan:

“Maaf pak,,, bagaimana kondisi sopir dan pasien yang dibawa ambulans Fauzan Mamala. Jujur pak saya tidak kenal dia ini, saya masyarakat biasa yang cuma melihat dia orang yang tulus membantu. Semoga semuanya baik-baik. Kami mendoakan untuk Fauzan Mamala dan timnya,” ungkap Ibu Ira kepada media ini.

Kalimat sederhana itu mungkin mewakili perasaan banyak orang. Seseorang yang bahkan tidak dikenal secara pribadi, tetapi kebaikannya telah dirasakan dan disaksikan oleh masyarakat.

Inilah wajah kemanusiaan. Ketika ketulusan seseorang dalam membantu sesama mampu menghadirkan rasa kehilangan, kekhawatiran, bahkan air mata dari orang-orang yang tidak memiliki hubungan keluarga dengannya.

Selama ini ambulans relawan Fauzan Mamala hadir mengantarkan pasien, membantu keluarga yang kesulitan, dan menjadi harapan bagi mereka yang membutuhkan pertolongan.
Namun, kali ini ambulans itu sendiri yang harus terhenti. Tim yang biasanya menguatkan orang lain, kini membutuhkan doa dan dukungan.

“Ketika hal-hal baik terjadi, ucapkan Alhamdulillah. Ketika hal-hal buruk terjadi, ucapkan Alhamdulillah, karena sesungguhnya Allah selalu menguji hamba-Nya.

“Dan bersabarlah karena sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Hud: 115).

Semoga para sopir, seluruh tim relawan, pasien yang dirujuk, serta semua pihak yang terlibat, terutama kedua orang tua Fauzan Mamala, senantiasa dalam perlindungan Allah SWT.

Sebab, kendaraan ambulans mungkin bisa rusak, perjalanan mungkin bisa terhenti, tetapi semoga niat baik dan semangat untuk menolong sesama tidak pernah ikut berhenti.

Kemanusiaan tidak selalu tentang siapa yang paling kuat menolong. Ada saatnya mereka yang selama ini menolong, juga membutuhkan uluran tangan, kepedulian, dan doa dari sesama.

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less