Breaking News :
light_mode
Trending Tags

ART Salut Anwar Hafid Batal Maju Ketua PSSI Sulteng: Beri Ruang Anak Muda!

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 79
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PALU – Langkah Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, yang batal mencalonkan diri sebagai Ketua Asprov PSSI Sulteng, mendapat apresiasi dari tokoh muda Sulteng, Abdul Rachman Thaha.

Sikap legowo Anwar dinilai sebagai langkah bijak untuk memberi ruang bagi kader lain, memimpin induk organisasi sepak bola di daerah.

“Sudah tepat beliau (Anwar Hafid) urung mencalonkan. Momen dan timing-nya pas. Saya salut dengan beliau yang tidak jadi maju,” kata Abdul Rachman Thaha yang akrab disapa ART, saat dihubungi Sabtu (31/10/2026) di Palu.

Menurut ART, keputusan Anwar mundur bukan karena persoalan kapasitas kepemimpinan. Namun, lebih pada pertimbangan memberi kesempatan kepada generasi muda untuk tampil dan mengambil tanggung jawab mengembangkan sepak bola Sulteng.

Dan keputusan Anwar Hafid, kata dia, menunjukkan pentingnya sikap mengutamakan kepentingan yang lebih besar, terutama kepentingan umat dan masa depan sepak bola daerah.

“Ini demi umat dan demi kader-kader muda. Jangan sampai kesempatan memimpin selalu berada di tangan figur yang sama. Anak-anak muda juga harus diberi ruang untuk membuktikan kemampuan mereka,” ujar Ketua Umum Muythai Sulteng ini.

Meski demikian, ART mengingatkan bahwa memimpin organisasi sepak bola tidak cukup hanya bermodalkan semangat dan keinginan membangun olahraga.

Sepak bola butuh figur pemimpin yang memiliki kapasitas, akses, serta jaringan yang luas. Hal itu penting untuk mendukung pembinaan, kompetisi, hingga kebutuhan pendanaan organisasi.

“Sepak bola memang tepat dipimpin figur yang menjadi pilihan bersama. Minimal punya akses dan jaringan, termasuk kemampuan membangun komunikasi dengan pemerintah. Sebab, pembinaan sepak bola membutuhkan dukungan anggaran dan perhatian dari berbagai pihak,” jelasnya.

Ketua PSSI Sulteng, memang butuh akses ke jaringan pemerintah. Ini menjadi salah satu faktor penting. Tanpa itu, dukungan terhadap pembangunan fasilitas olahraga, pembinaan pemain usia dini, serta penyelenggaraan kompetisi yang berkelanjutan akan tersendat.

“Kekuatan jaringan dan akses harus dibarengi kemampuan mengelola organisasi secara profesional. Kepemimpinan Asprov PSSI Sulteng ke depan, diharap mampu membuka lebih banyak kesempatan bagi talenta lokal untuk berkembang,” ujarnya.

Ia berharap, keputusan Anwar Hafid menjadi momentum bagi munculnya kepemimpinan baru. Figur yang mampu menyatukan berbagai elemen sepak bola Sulteng.

“Yang paling penting sekarang, bagaimana sepak bola Sulteng bisa lebih berkembang lagi. Siapa pun yang terpilih nanti harus mampu merangkul semua pihak dan membawa sepak bola Sulteng lebih maju,” tutup ART.

Sebelumnya, Gubernur Anwar Hafid secara resmi menyatakan tidak akan mencalonkan diri sebagai Ketua Asprov PSSI Sulteng.

Anwar mengaku, sekitar setahun lalu dirinya sempat didaulat sejumlah Asosiasi Kabupaten (Askab) dan beberapa klub untuk maju setelah masa kepemimpinan Hadianto Rasyid berakhir.

Namun, sejak awal Anwar menyampaikan kesediaannya maju hanya jika tidak ada calon lain yang muncul.

“Saya memutuskan tidak maju di PSSI Sulteng, dan berikan kesempatan kepada anak muda,” tegas Anwar dikutip dari kaidah.id.

Ia berharap, figur-figur muda berani mengambil tanggung jawab dalam mengelola organisasi sepak bola di daerah.

Diketahui, tahapan pemilihan Ketua Umum Asprov PSSI Sulteng kini memasuki proses pemeriksaan dan verifikasi dokumen bakal calon setelah pendaftaran ditutup.

Kongres Luar Biasa (KLB) pemilihan Ketua Umum Asprov PSSI Sulteng periode 2026–2030 dijadwalkan berlangsung pada 8–9 November 2026 di Hotel Santika, Kota Palu. (*)

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less