Pagi-pagi Turun Langsung, Warda Dg Mamala Bawa Mobil Tangki Air 8000 Liter di Kampung Bugis
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 132
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MORUT– Kepedulian tidak selalu harus menunggu program besar. Terkadang, kepedulian justru terlihat dari langkah sederhana ketika seseorang memilih datang dan membantu masyarakat yang sedang kesulitan.
Hal itu ditunjukkan politisi Morowali Utara (Morut), Warda Dg Mamala, SE, Jumat (30/10/2026) pagi.
Sekitar pukul 07.00 WITA, saat mentari baru menyinari langit Morut, Warda bersama sejumlah tokoh, di antaranya Yusril Ibrahim, Jabar Lahaji, serta anggota DPRD Morut Arief Ibrahim, mendatangi Lorong Beropa, Jalan Mangga 2, Kampung Bugis, Kelurahan Kolonodale.
Kedatangannya bukan sekadar untuk mendengar keluhan warga. Setelah memperoleh informasi mengenai kesulitan masyarakat mendapatkan air bersih, Warda langsung mengambil langkah nyata dengan mendatangkan satu unit truk berisi 8.000 liter air bersih untuk dibagikan kepada warga.
Warda menegaskan, bantuan tersebut merupakan sumbangan pribadi sebagai bentuk kepeduliannya terhadap masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan air bersih.
“Saya kemarin mendapatkan informasi Kampung Bugis tidak ada air bersih. Jadi saya bilang tunggu besok saya datang dengan tong-tongnya. Dan ini murni sumbangan pribadi,” ujarnya.
Bagi masyarakat yang sedang kesulitan mendapatkan air, bantuan tersebut tentu memiliki arti besar. Air bukan sekadar kebutuhan sehari-hari, melainkan kebutuhan mendasar yang menentukan keberlangsungan hidup keluarga.
Warga Kampung Bugis pun menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan. Mereka berharap bantuan serupa dapat terus hadir selama musim kemarau berlangsung.
“Kami masyarakat Kampung Bugis, kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan air bersih dan kami harapkan seterusnya ini sepanjang musim kemarau, minta tolong kasian dibantu,” ungkap seorang warga.
Persoalan air bersih di Morut tidak berhenti di Kampung Bugis. Musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah turut menyulitkan masyarakat di daerah lain.
Di Desa Moleono dan Sampalowo, misalnya, masyarakat saat ini bergantung pada Sungai Laa untuk memenuhi kebutuhan air.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa akses terhadap air bersih bukan persoalan sepele. Ketika sumber air semakin sulit dijangkau, masyarakat membutuhkan kehadiran dan perhatian dari berbagai pihak, baik pemerintah, dunia usaha maupun elemen masyarakat yang memiliki kemampuan untuk membantu.
Apa yang dilakukan Warda Dg Mamala menjadi gambaran bahwa kepedulian dapat dimulai dari tindakan nyata. Tidak harus menunggu semua persoalan terselesaikan, tetapi bergerak membantu mereka yang sedang membutuhkan.
Sebab, di tengah kemarau, nilai sebuah bantuan tidak hanya diukur dari berapa liter air yang diberikan, tetapi juga dari kepedulian yang hadir ketika masyarakat sedang mengalami kesulitan.
Air mungkin mengalir hanya untuk sementara, tetapi kepedulian yang tulus akan meninggalkan kesan yang lebih lama di hati masyarakat.
- Penulis: Redaksi Beritamorut

























































Saat ini belum ada komentar