Belum Dua Bulan Jabat Kades Tiu, Adris Ganoli Adakan Ambulans Gratis dari Dana Sisa CSR
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 110
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MORUT, BERITAMORUT.COM – Belum genap dua bulan menjabat, Kepala Desa Tiu, Kecamatan Petasia Barat, Kabupaten Morowali Utara (Morut), Adris Ganoli, sudah membuat terobosan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Dilantik pada 9 September 2026, Adris tak ingin berlama-lama menunggu untuk menghadirkan pelayanan yang selama ini mendesak dibutuhkan warga. Salah satu langkah nyatanya adalah menghadirkan ambulans desa yang kini dapat digunakan masyarakat secara gratis. Ambulans desa Tiu tiba hari kamis malam, 29 Oktober 2026.
Menariknya, pengadaan ambulans tersebut tidak diputuskan secara sepihak. Adris terlebih dahulu menggelar musyawarah bersama masyarakat untuk menentukan pemanfaatan sisa dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang tersedia di desa lingkar tambang tersebut.
Hasilnya, masyarakat sepakat bahwa ambulans menjadi kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi.
“Ini ambulans kami musyawarah dengan masyarakat, mereka minta mendesak harus diadakan ambulans. Kami beli Rp291 juta dari dana sisa CSR,” ujar Adris, Jumat (30/10/2026).
Kini, ambulans Desa Tiu hadir sebagai jawaban atas kebutuhan warga, terutama ketika harus mendapatkan penanganan medis di luar desa.
Bukan sekadar menyediakan kendaraan, pemerintah desa juga memberikan bantuan tunjangan kepada warga yang dirujuk untuk berobat guna membantu meringankan beban keluarga.
Pelayanannya pun tidak dibatasi hanya sampai RSUD Kolonodale. Ambulans Desa Tiu juga melayani pengantaran pasien hingga ke Palu tanpa dipungut biaya.
Bagi masyarakat, kebijakan ini bukan hanya tentang tersedianya sebuah ambulans, tetapi juga tentang hadirnya pelayanan yang dapat diandalkan ketika keluarga menghadapi situasi darurat kesehatan.
Tristan, salah satu sopir ambulans Desa Tiu, mengatakan terdapat tiga orang yang membantu menangani operasional ambulans tersebut. Ia juga menilai Adris sebagai sosok kepala desa yang memiliki semangat kerja tinggi untuk membangun desanya.
“Kadesnya kami ini pekerja keras,” ujarnya.
Terobosan Adris menjadi gambaran bahwa pemanfaatan dana CSR dapat diarahkan pada kebutuhan nyata masyarakat, terutama pelayanan kesehatan yang manfaatnya dirasakan secara langsung.
Di tengah harapan warga terhadap pembangunan desa lingkar tambang, pengadaan ambulans gratis ini menjadi langkah awal yang patut diperhatikan. Sebab, pembangunan tidak selalu harus dimulai dari proyek besar, tetapi bisa dimulai dari menjawab kebutuhan paling mendesak masyarakat.
Bagi warga Desa Tiu, kehadiran ambulans gratis bukan sekadar fasilitas baru. Ini adalah akses pertolongan yang lebih dekat, harapan bagi keluarga yang membutuhkan pengobatan, sekaligus bukti bahwa keputusan yang lahir dari musyawarah dapat menghadirkan manfaat nyata.
- Penulis: Redaksi Beritamorut

























































Saat ini belum ada komentar