Breaking News :
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Morut Minta RSUD Kolonodale Hormati yang Berpuasa

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Morut Minta RSUD Kolonodale Hormati yang Berpuasa

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
  • visibility 26
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MORUT- Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Morowali Utara (Morut), Ustadz Sukriadi, S.Fil yang akrab disapa Ustad Sukri, meminta manajemen RSUD Kolonodale untuk lebih memperhatikan aspek toleransi dan etika pelayanan selama bulan suci Ramadan.

Penegasan tersebut disampaikan menyusul keberadaan gerai makanan yang dibuka secara terbuka di ruang poli pasien, di tengah suasana Ramadan yang mayoritas masyarakat tengah menjalankan ibadah puasa.

Menurut Ustad Sukri, keberadaan gerai makanan di dalam ruang pelayanan rumah sakit dinilai kurang tepat, baik dari sisi etika maupun sensitivitas sosial.

“Rumah sakit adalah tempat orang berobat, bukan tempat jual beli makanan, apalagi ini bulan Ramadan di mana banyak yang sedang berpuasa. Pasien sudah mendapatkan jatah makanan dari pihak rumah sakit, sementara para pengunjung yang datang membesuk sebagian besar juga tengah menjalankan ibadah puasa,” ujarnya.

Ia menilai, jika pun pihak rumah sakit ingin menyediakan fasilitas penjualan makanan, sebaiknya ditempatkan di lokasi khusus seperti kantin dan tidak berada di dalam ruang pelayanan medis.

“Kalau memang ingin membuka gerai makanan, usahakan tempatnya lebih tertutup atau dibuatkan tempat khusus seperti kantin, bukan di dalam ruangan rumah sakit. Ini demi menjaga etika, kenyamanan pasien, serta menghormati mereka yang sedang berpuasa,” tambahnya.

Ustad Sukri berharap pihak RSUD Kolonodale dapat segera mengevaluasi kebijakan tersebut agar harmoni sosial dan toleransi antarumat beragama di Morowali Utara tetap terpelihara dengan baik.

Ia menegaskan, menjaga suasana saling menghormati di ruang-ruang publik, terlebih di fasilitas layanan kesehatan, merupakan tanggung jawab bersama demi terciptanya lingkungan yang nyaman, inklusif, dan penuh empati, khususnya di bulan suci Ramadan.

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less