Debu Menyelimuti Langit di Petasia Barat, 30 Truk dari PT. SSP Lalu Lalang, Kesehatan Terancam
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Senin, 12 Jan 2026
- visibility 29
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MORUT- Debu Menyelimuti Langit di Petasia Barat, 30 Truk dari PT. SSP Lalu Lalang, Kesehatan Terancam
Debu hitam semakin pekat menyelimuti langit Desa Maralee, Tiu, hingga Tontowea sejak pagi hingga sore hari, Senin, 12 Januari 2026.
Aktivitas lalu lalang kendaraan houling dari PT. SSP yang mencapai sekitar 30 unit terus berlangsung tanpa henti, menciptakan polusi debu yang mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga.
Puluhan mobil houling tersebut diketahui melakukan mobilisasi dari Korlamа menuju Tontowea, kemudian mengangkut material dari Tontowea ke jeti.
Intensitas bolak-balik kendaraan berat di jalur tersebut membuat debu beterbangan dan menutup pandangan, terutama di titik-titik pemukiman warga yang rawan terdampak.
“Ini aktivitasnya kendaraan truk sampai 30 unit lalu lalang tiap hari dan tidak ada penyiraman,”ujar warga
Ironisnya, hingga kini tidak terlihat adanya upaya penyiraman jalan, sehingga debu terus beterbangan setiap kali kendaraan melintas. Kondisi ini dikeluhkan masyarakat karena udara menjadi kotor, pernapasan terganggu, dan aktivitas warga ikut terdampak.
Warga berharap pihak terkait segera mengambil langkah tegas, termasuk pengaturan jam operasional serta penyiraman rutin jalan, demi melindungi kesehatan masyarakat dan keselamatan lingkungan di wilayah terdampak.
Debu hitam semakin pekat menyelimuti langit Desa Maralee, Tiu, hingga Tontowea sejak pagi hingga sore hari, Senin, 12 Januari 2026.
Aktivitas lalu lalang kendaraan houling dari PT. SSP yang mencapai sekitar 30 unit terus berlangsung tanpa henti, menciptakan polusi debu yang mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga.
Puluhan mobil houling tersebut diketahui melakukan mobilisasi dari Korlamа menuju Tontowea, kemudian mengangkut material dari Tontowea ke jeti.
Intensitas bolak-balik kendaraan berat di jalur tersebut membuat debu beterbangan dan menutup pandangan, terutama di titik-titik pemukiman warga yang rawan terdampak.
“Ini aktivitasnya kendaraan truk sampai 30 unit lalu lalang tiap hari dan tidak ada penyiraman,”ujar warga
Ironisnya, hingga kini tidak terlihat adanya upaya penyiraman jalan, sehingga debu terus beterbangan setiap kali kendaraan melintas. Kondisi ini dikeluhkan masyarakat karena udara menjadi kotor, pernapasan terganggu, dan aktivitas warga ikut terdampak.
Warga berharap pihak terkait segera mengambil langkah tegas, termasuk pengaturan jam operasional serta penyiraman rutin jalan, demi melindungi kesehatan masyarakat dan keselamatan lingkungan di wilayah terdampak.
- Penulis: Redaksi Beritamorut
























































Saat ini belum ada komentar