Cegah Curanmor di Kawasan Industri, Kapolres Morowali Dorong Pasang CCTV hingga Portal Parkir
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month 43 menit yang lalu
- visibility 28
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MOROWALI – Maraknya aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di area parkir pabrik dan kawasan industry nikel mendorong Kepala Kepolisian Resor (Polres) Morowali, AKBP Reza Khomeini S.I.K, untuk mengambil langkah preventif.
Kapolres secara khusus meminta manajemen Perusahaan pabrik nikel memperketat sistem pengamanan kendaraan milik pekerja. Hal tersebut disampaikan Kapolres usai melakukan silaturahmi dan koordinasi dengan pengurus sejumlah Serikat Pekerja Lokal dan Pengurus Kerukunan Keluarga berbagai Daerah di salah satu rumah makan di Desa Lalampu, Kecamatan Bahodopi Jumat (22/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Kapolres menerima keluhan terkait tingginya angka laporan kehilangan kendaraan bermotor yang terjadi di lingkungan area parkir karyawan.
“Diparkiran karyawan itu di luar kawasan dan tidak dijaga, jadi banyak hilang. Saya minta manajemen tidak hanya fokus pada keamanan aset produksi, tetapi juga keamanan kendaraan pekerja. Para buruh ini sudah bekerja keras mencari nafkah, jangan sampai kendaraan mereka menjadi korban kejahatan hanya karena sistem pengamanan parkir yang lemah,” tegasnya.
Kapolres menekankan beberapa poin penting yang harus segera dibenahi oleh pihak perusahaan, antara lain; Pemasangan CCTV beresolusi tinggi di seluruh kantong-kantong parkir, termasuk titik buta (blind spot) yang sering dimanfaatkan pelaku. Penerapan sistem akses keluar-masuk parkir dengan kartu identitas atau barcode yang terintegrasi dengan data karyawan.
Selanjutnya penempatan personel security pada jam rawan, terutama saat pergantian shift siang ke malam. Pembuatan pos penjagaan parkir dan pencatatan nomor kendaraan secara manual sebagai cadangan jika sistem digital mengalami gangguan, serta kerja sama dengan Polsek setempat untuk patroli rutin di sekitar kawasan parkir.
Lebih lanjut, Kapolres juga meminta agar perusahaan menyediakan area parkir khusus yang lebih aman untuk sepeda motor, karena berdasarkan data kepolisian, kendaraan roda dua menjadi sasaran utama pelaku curanmor karena lebih mudah dibawa kabur.
“Kalau perlu, pasang portal otomatis dan pemeriksaan bagasi atau nomor rangka kendaraan saat keluar area pabrik. Ini memang merepotkan, tapi jauh lebih baik daripada karyawan kehilangan motor,” tambahnya.
Dalam pertemuan tersebut salah satu pekerja nikel di Kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) mengaku pernah melihat korban kehilangan kelengkapan motor di area parker seperti ban motor yang sengaja dicuri.
“Kalau motor hilang, kami tidak bisa kerja maksimal. Semoga dengan adanya CCTV dan penjagaan lebih ketat, kami merasa tenang saat bekerja,” harapnya.
Kapolres berjanji akan melakukan evaluasi berkala dan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pabrik lain di wilayah hukumnya untuk memastikan standar pengamanan parkir diterapkan secara konsisten.
“Keamanan adalah investasi, bukan pengeluaran. Perusahaan yang aman akan membuat pekerja nyaman, dan produksi pun berjalan lancar,” ujarnya.
- Penulis: Redaksi Beritamorut
























































Saat ini belum ada komentar