Kapolres Morowali Disentil Soal Perkara Tali Asih PT. BTIIG
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
- visibility 4
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MOROWALI- Masyarakat Kabupaten Morowali, menanti sikap profesional penegak hukum terkait aduan warga Desa Topogaro, di Polres Morwali, soal nominal tali asih dari PT. BTIIG untuk warga topogaro berkurang tidak sesuai nilai disepakati. Kabar singkat dihimpun media ini mengenai dana tali asih yang berawal dari kepentingan perusahaan untuk gunakan jalan Desa Topogaro.
Selanjutnya semua pihak yang terlibat mengatur proses guna bersepakat dengan projek tali asih dengan nominal 4M. Kemudian, masyarakat selaku pihak penerima dana tali asih bereaksi lakukan protes setelah mengetahui jika nominal dana tali asih hanya 3,5M. Dan diduga ada oknun gelapkan sebagian dana tali asih itu sehingga berujung pengaduan warga di Polisi, sejumlah orang telah dipanggil APH untuk dimintai keterangan sebagai saksi.
Dugaan penggelapan dana tali asih menjadi diskusi hangat dari berbagai elemen masyarakat, tidak terkecuali salah satu group WhatsApp, Forum Diskusi Dan Informasi (FDDI). Beranggotakan para intelektual mulai dari pejabat, aktivis, media, tokoh politik dan Kapolres juga Dandim. Pembahasan dana tali asih jadi topik utama sebab, berhembus isu jika oknum diduga terlibat menggelapkan adalah orang dekat Bupati.
Mantan Ketua DPRD Morowali, menilai perkara tali asih perlu jadi atensi pihak Kepolisian. Polres Morowali, harus bisa menganalisa isu yang berpotensi pengaruhi stabilitas politik juga Kamtibmas yang dipicu dari isu sosial. Paling dijaga ketika penanganan APH, dinilai lambat kemudian moji tidak percaya kepada Polisi terus dikampanyekan masyarakat sehingga gelombang protes meningkat
“kami minta pak Kapolres Morowali untuk, atensi perkara ini. Percakapan digroup WahatsApp FDDP, menurut saya perlu disikapi. Kan, tidak enak kalau ada surat ke Polres untuk aksi di Polres. Semua bisa terjadi kalau publik kehilangan kepercayaan pada penegak hukum” ungkap Irwan Arya, warga Morowali. (3/5).
Ketegasan Mantan Ketua DPRD, menyikapi dugaan penggelapan dana tali asih bukanlah sikap sentimen ataupun tendensi kepentingan pribadi, Irwan melihat perkara dana tali asih adalah kejahatan luar biasa, ia menduga ada oknum pemdes ikut terlibat
“Harusnya, oknum yang diduga lakukan penggelapan menjadi pelindung kepentingan masyarakat tetapi, malah terbalik. Pemdes dan pihak terkait harusnya menolak tidak menerima pemberian itu kalau nominalnya, tidak sesuai. Saya bersuara karena merasa kasian liat masyarakat di tindas dan diambil haknya” Tegas Irwan.
Hingga berita ini tayang belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Morowali terkait perkara tersebut.
- Penulis: Redaksi Beritamorut











Saat ini belum ada komentar