Digitalisasi Setengah Hati? Website Pemkab Morut Tak Lagi Aktif
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
- visibility 17
- print Cetak

Foto: Tangkapan layar website resmi Pemkab Morut (IST)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MORUT- Website resmi pemerintah seharusnya menjadi wajah utama keterbukaan informasi publik. Namun, kondisi berbeda justru terlihat pada situs milik Pemerintah Kabupaten Morowali Utara di alamat www.morowaliutarakab.go.id yang kini tampak “sunyi” dari pembaruan informasi.
Berdasarkan penelusuran, terakhir kali laman tersebut memuat berita kegiatan pemerintah adalah pada 5 Oktober 2025. Sejak saat itu, tidak ada lagi update pemberitaan maupun informasi terbaru yang ditampilkan kepada publik.
Padahal, di era digital saat ini, website resmi pemerintah memiliki peran strategis sebagai pusat informasi yang kredibel dan dapat diakses oleh masyarakat luas — baik warga di dalam daerah maupun pihak di luar Morowali Utara yang membutuhkan referensi resmi terkait program, kebijakan, maupun aktivitas pemerintahan.
Ironisnya, di tengah stagnasi website tersebut, aktivitas publikasi justru lebih banyak dilakukan melalui media sosial, khususnya Facebook. Meski media sosial efektif menjangkau masyarakat secara cepat, namun ia tidak sepenuhnya dapat menggantikan fungsi website resmi sebagai arsip informasi publik yang sistematis, terdokumentasi, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Jika dibandingkan, situs milik Pemerintah Kabupaten Morowali menunjukkan kontras yang cukup mencolok. Website Pemkab Morowali terpantau aktif dan rutin memperbarui informasi kegiatan pemerintahan hampir setiap hari. Hal ini menunjukkan komitmen dalam menjaga transparansi serta menyediakan akses informasi yang berkelanjutan kepada masyarakat.
Minimnya pembaruan pada website resmi Pemkab Morowali Utara tentu menjadi catatan penting. Sebab, di tengah tuntutan keterbukaan informasi publik dan pelayanan digital, keberadaan website yang aktif bukan sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan utama dalam membangun kepercayaan publik.
Kini, publik tentu berharap agar situs resmi tersebut dapat kembali dioptimalkan, sehingga tidak hanya menjadi simbol kehadiran digital pemerintah, tetapi benar-benar berfungsi sebagai jendela informasi daerah yang hidup, informatif, dan terpercaya.
- Penulis: Redaksi Beritamorut
























































Saat ini belum ada komentar