IPDA Gerfin, Polisi Berhati Tulus dari Morowali Utara: Keteladanan dalam Diam, Kepedulian Tanpa Panggung
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Minggu, 25 Mei 2025
- visibility 16
- print Cetak

Oplus_131072
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Morowali Utara — Dalam dunia yang semakin sibuk mengejar sorotan, masih ada sosok-sosok yang memilih berjalan dalam diam, namun meninggalkan jejak kebaikan yang tak terhapus waktu. Salah satunya adalah IPDA Gerfin Yubertal Panggonti, polisi di Polres Morowali Utara yang dikenal karena ketulusan hatinya dalam melayani, bukan karena ingin dipuji, tetapi karena merasa itu adalah panggilan nurani.
Bersama sang istri, dr. Melan Sari Kahiking, Sp.A, seorang dokter anak yang tak kalah berhati lembut, pasangan ini menjadi potret nyata bahwa pengabdian tidak harus selalu tampil di layar, cukup hadir di hati banyak orang.
Dalam berbagai peristiwa, terutama saat banjir melanda Desa Bunta, IPDA Gerfin tampak sigap di lapangan. Bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi menunjukkan bahwa pemimpin sejati adalah mereka yang berdiri paling depan saat warga membutuhkan. Didampingi Kasat Lantas Polres Morut, AKP Budi Prasetyo, dan di bawah komando Kapolres Morut, AKBP Reza Khomeini, ia dan anggota Satlantas hadir sebagai sosok yang tidak hanya menjalankan perintah, tetapi juga membawa rasa aman dan empati.
Tak hanya di bidang kepolisian, IPDA Gerfin juga menyalurkan energi positifnya melalui usaha Momoiko 24 Coffee, kafe yang dirancang bukan sekadar tempat minum kopi, tetapi ruang nyaman tempat cerita dan harapan masyarakat bisa tumbuh. Di lokasi yang sama, berdiri praktik dokter anak milik istrinya, dr. Melan, yang diam-diam menjadi tumpuan banyak keluarga yang membutuhkan pertolongan medis.
“Dokter Melan itu suka berbagi tapi tidak pernah di foto,” ujar seorang warga dengan tulus, menolak namanya dipublikasikan. Dari kesaksian-kesaksian seperti inilah kita belajar: kebaikan yang sejati tak butuh tepuk tangan, karena ia hidup di senyap, namun menyembuhkan.
Keduanya menunjukkan bahwa melayani masyarakat bukanlah pekerjaan, tetapi pengabdian. Bahwa jabatan hanyalah alat, namun cinta kepada sesama adalah tujuan. Di tengah gemuruh dunia, pasangan ini memilih langkah sederhana namun bermakna: membantu tanpa mengharap balasan, hadir tanpa mencari panggung.
IPDA Gerfin dan dr. Melan mengajarkan kita bahwa menjadi terang tak harus menjadi pusat perhatian. Terkadang, cukup menjadi lentera kecil di sudut gelap kehidupan orang lain. Dan dalam kesederhanaan itu, mereka menjelma jadi inspirasi.
- Penulis: Redaksi Beritamorut
























































Saat ini belum ada komentar