Yayat dan Arief: Lahir di Tanggal yang sama. Dua Legislator Termuda Morut ini masih “jomblo”
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
- visibility 29
- print Cetak

Foto: Yayat (kiri) dan Arief (kanan)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MOROWALI UTARA – Di tengah dominasi wajah-wajah lama dalam kancah politik daerah, dua sosok muda mencuri perhatian sebagai anggota DPRD Kabupaten Morowali Utara (Morut). Mereka adalah Wahyu Hidayat Sudirman, S.IP dan Ince Mochamad Arief Ibrahim, SH., M.Kn, dua politisi muda yang tidak hanya menjadi legislator termuda, tetapi juga hadir sebagai representasi generasi milenial dalam proses pengambilan kebijakan publik.
Menariknya, keduanya lahir di tanggal yang sama: 27 Juli, meski terpaut tiga tahun. Yayat, panggilan akrab Wahyu Hidayat Sudirman, lahir pada 1993 dan kini berusia 32 tahun. Sementara Arief Ibrahim lahir tahun 1996 dan tepat hari ini (27 Juli 2025), genap berusia 29 tahun. Tak hanya termuda, dua politisi ini juga masih berstatus single alias jomblo, hal yang membuat keduanya semakin menarik di mata publik, terutama di kalangan muda.
Yayat: Tenang, Komitmen, dan Bersahabat
Wahyu Hidayat Sudirman bukan pendatang baru dalam dunia politik. Ia adalah kader Partai NasDem dan kini menjalani periode keduanya sebagai anggota DPRD Morowali Utara. Sosoknya dikenal luas karena ketenangan dan kerendahan hatinya dalam bertindak. Tidak banyak bicara, tapi sekali berkomitmen, ia pegang teguh.
Dalam dunia politik yang sering keras dan penuh adu argumen, Yayat tampil berbeda. Ia hadir sebagai figur yang bersahabat, terbuka, dan inklusif. Tak heran jika banyak jurnalis lokal menaruh simpati padanya karena kemudahan akses dan ruang yang selalu ia berikan. Hubungan baik dengan media lokal menjadi salah satu ciri khas gaya kepemimpinan politiknya.
Keberhasilannya melanjutkan amanah di periode kedua bukan semata karena partai, melainkan buah dari konsistensi dan kedekatan yang ia bangun dengan masyarakat dan stakeholder lainnya.
Arief Ibrahim: Muda, Vocal, dan Aksi Nyata
Berbeda gaya dengan Yayat, Arief Ibrahim tampil dengan karakter yang lebih tegas dan vokal. Anak dari almarhum Idham Ibrahim, tokoh politik senior Morut, Arief membawa darah politik sekaligus semangat baru. Ia adalah anggota DPRD termuda Morut hasil Pemilu 2024 dan kini tengah menjalani periode pertamanya di legislatif.
Sebagai kader Partai Hanura, Arief dikenal aktif turun langsung ke masyarakat. Ia tak segan menyuarakan kepentingan rakyat kecil, terutama ketika menyangkut hak nelayan, petani, dan UMKM. Dalam beberapa Rapat Dengar Pendapat (RDP), Arief kerap berbicara lantang, khususnya saat menghadapi perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Morut.
Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah keterlibatannya dalam RDP bersama para nelayan Teluk Tomori, di mana Arief mempertanyakan komitmen perusahaan terhadap dampak lingkungan dan sosial. Sikapnya yang straight to the point dan keberanian menyuarakan suara rakyat menjadi nilai lebih di tengah dinamika legislatif.
Tak hanya di DPRD, Arief juga memimpin dua organisasi penting: Kamar Dagang dan Industri (KADIN) dan PSSI Morowali Utara. Hal ini menunjukkan kapasitas kepemimpinannya tidak hanya dalam politik, tetapi juga di sektor ekonomi dan olahraga.
Representasi Milenial dan Harapan Baru Politik Lokal
Kehadiran Yayat dan Arief di DPRD Morowali Utara adalah angin segar. Di tengah minimnya keterwakilan generasi muda dalam dunia politik daerah, keduanya menjadi contoh nyata bahwa anak muda tidak hanya bisa duduk di parlemen, tetapi juga memberi kontribusi nyata.
Mereka menjadi representasi suara milenial, generasi yang melek teknologi, cepat bergerak, namun juga sadar akan pentingnya akar budaya dan kearifan lokal. Mereka menjadi jembatan antara generasi lama dan aspirasi baru. Dan yang paling penting, keduanya memperlihatkan bahwa politik bisa dijalani dengan cara yang bersih, rasional, dan penuh semangat kolaboratif.
Dalam era di mana anak muda sering merasa apatis terhadap politik, figur seperti Yayat dan Arief menjadi role model. Bahwa keterlibatan dalam politik bukan hanya hak, tetapi juga tanggung jawab untuk membangun masa depan daerah dan bangsa.
“Jomblo” Tapi Tidak Kosong Gagasan
Meski keduanya masih belum berkeluarga, jangan salah sangka. Yayat dan Arief justru membawa isi yang lebih penting—yakni gagasan, semangat pelayanan publik, dan komitmen pada perubahan.
Semoga kehadiran mereka mampu menginspirasi lebih banyak generasi muda Morowali Utara untuk berani terlibat, menyumbangkan ide, dan tidak sekedar menjadi penonton dalam panggung demokrasi lokal.
- Penulis: Redaksi Beritamorut
























































Saat ini belum ada komentar