Breaking News :
light_mode
Trending Tags
Beranda » Serba Serbi » Opini: Menebak Duet Ideal Warda Dg Mamala

Opini: Menebak Duet Ideal Warda Dg Mamala

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
  • visibility 9
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Opini: Menebak Duet Ideal Warda Dg Mamala

Penulis: Om Hendly

Jika Warda Dg Mamala, SE benar-benar maju sebagai calon Bupati Morowali Utara, maka satu pertanyaan penting yang mengemuka adalah siapa figur yang paling rasional dan menguntungkan untuk mendampinginya?

Pilihan wakil bukan semata soal kedekatan personal atau satu warna partai, tetapi soal keseimbangan kekuatan, daya jelajah elektoral, dan pesan politik yang ingin disampaikan ke publik.

Dari sejumlah nama yang dianalisa redaksi, tampak jelas bahwa Warda memiliki banyak opsi kuat. Namun, justru di situlah tantangannya: memilih yang paling dibutuhkan, bukan sekadar yang paling dekat.

Jika skenario kuning-kuning (Golkar-Golkar) diambil, maka nama seperti Yaristan Palesa, SH atau Fanny Mistika Tampake, M.Kom berada di lingkar paling dalam. Yaristan adalah sosok yang sudah lama “seirama” dengan Warda dalam kerja-kerja politik partai. Kedekatan ini pula yang membuat paket tersebut dinilai efektif. Keduanya sudah menyatu dalam struktur yang sama.

Sementara Warda–Fanny menawarkan simbol kuat kepemimpinan perempuan, soliditas internal Golkar, dan pesan regenerasi.

Tetapi risiko paket kuning-kuning adalah minimnya ekspansi basis, sebab keduanya berangkat dari ceruk politik yang relatif sama.

Di sisi lain, jika Warda ingin memperluas spektrum dan mengirim sinyal kepemimpinan yang lebih inklusif, maka figur seperti Dr. Mardiman Sane, SH., MH atau Dr. Frits Sam Purnama Kandori menjadi menarik. Mardiman membawa kombinasi intelektual, jejaring nasional, serta citra putra Mori yang sukses di luar daerah, nilai tambah bagi Morowali Utara yang sedang mencari lompatan pembangunan. Sedangkan Frits Sam Kandori menghadirkan wajah birokrat-akademisi yang memahami pemerintahan dari dalam, sebuah pasangan teknokratis yang relatif aman dan rasional. Keduanya adalah putra Mori yang menyandang gelar Doktor.

Namun, jika membaca kecenderungan politik lokal hari ini, skenario koalisi justru tampak paling realistis. Dalam konteks ini, nama Ruben Hehi menjadi salah satu opsi paling logis. Koalisi Golkar–NasDem bukan hanya soal kursi, tetapi juga tentang menggabungkan dua basis yang sudah teruji. Warda yang komunikatif dan Ruben yang dikenal tenang serta konsisten bisa membentuk pasangan yang saling melengkapi: satu kuat di mesin partai, satu kuat di konsolidasi lapangan.

Pada akhirnya, pasangan Warda Dg Mamala kemungkinan besar akan ditentukan oleh tiga faktor kunci:

• Arah koalisi partai,
• Kebutuhan menambah suara baru, dan
• Pesan perubahan atau stabilitas yang ingin ditawarkan ke publik Morowali Utara.

Jika Warda memilih aman, kader internal akan jadi pilihan. Jika ingin melompat lebih jauh, maka figur koalisi atau profesional adalah jawabannya. Politik selalu tentang membaca momentum, dan dalam hal ini, wakil Warda akan menjadi cermin arah politik yang ia pilih: memperkuat yang ada, atau membuka jalan baru.

Catatan; Ini hanya analisa redaksi, bisa saja ada nama lain yang potensial.

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less