Morowali dan Morut Ambulansnya Bergerak, Lutim, Pengadaan Ambulans CSR-nya di Korupsi?
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month 54 menit yang lalu
- visibility 50
- print Cetak

Ket foto: Ambulans Relawan Doktor MDS hari bergerak bantu pasien rujukan menyeberang Nuha-Soroako (IST)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LUWU TIMUR — Pemandangan ambulans relawan dari Morowali dan Morowali Utara yang melintas di Luwu Timur, bahkan hingga Makassar, membawa pasien dan jenazah, menyisakan satu pertanyaan bagi publik Luwu Timur: bagaimana dengan ambulans CSR yang disebut diperuntukkan bagi masyarakat?
Di Morowali dan Morowali Utara, ambulans relawan terlihat bergerak ketika masyarakat membutuhkan. Sementara di Luwu Timur, publik justru masih mempertanyakan, keberadaan dan pemanfaatan 24 unit ambulans desa program Garda Sehat yang bersumber dari CSR PT Vale Indonesia.
Program tersebut menelan anggaran sekitar Rp6,8 miliar.
Namun, pengadaan ambulans ini kini masuk penyidikan Kejaksaan Negeri Luwu Timur. Penyidik bahkan telah memeriksa Wakil Ketua DPRD Lutim, Jihadin Peruge, serta sejumlah kepala desa sebagai saksi.
Kasi Intel Kejari Lutim, Dery F Rachman, sebelumnya menyebut pemeriksaan berkaitan dengan pengadaan mobil ambulans desa dari dana CSR PT Vale.
Persoalannya sederhana: ambulans bukan sekadar kendaraan yang diserahkan dalam seremoni. Nilainya justru terlihat ketika bergerak menjemput dan membawa masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
Publik berhak bertanya: di mana ambulansnya, siapa pengelolanya, bagaimana mekanisme penggunaannya, dan sudah berapa banyak warga yang dilayani?
Jika memang aktif, publikasikan data pelayanannya. Jika ada kendala, jelaskan kepada masyarakat.
Sebab, pada akhirnya, ambulans bukan soal seremoni atau siapa yang menyerahkan. Ambulans adalah tentang siapa yang datang ketika rakyat membutuhkan pertolongan. (Lisa John)
- Penulis: Redaksi Beritamorut

























































Saat ini belum ada komentar