Meti Kerang Sungai Laa di Morowali Utara, Sumber Protein Lokal dengan Banyak Manfaat Kesehatan
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
- visibility 43
- print Cetak

Ket Foto: Pencari meti (IST)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MORUT- Masyarakat yang tinggal di sepanjang Sungai Laa di wilayah Morowali Utara sejak lama mengenal makanan tradisional bernama meti, yaitu kerang air tawar yang hidup di sungai. Kerang ini berasal dari spesies Pilsbryoconcha exilis dan menjadi salah satu sumber pangan penting bagi warga yang bermukim di sekitar aliran sungai tersebut.
Bagi masyarakat lokal, meti bukan hanya sekadar makanan biasa. Kerang sungai ini sudah menjadi bagian dari tradisi kuliner turun-temurun. Bahkan saat ini, meti mulai dikembangkan menjadi berbagai produk olahan seperti cemilan dalam kemasan, yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memperkenalkan potensi pangan lokal daerah.
Selain rasanya yang khas, meti juga diketahui memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan.
Kaya Protein untuk Kesehatan Tubuh
Kerang air tawar seperti meti mengandung protein hewani yang tinggi. Protein sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk membantu pertumbuhan, memperbaiki jaringan tubuh yang rusak, serta menjaga kekuatan otot.
Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Sungai Laa, meti menjadi sumber protein alami yang mudah didapat tanpa harus membeli bahan pangan mahal.
Protein dari kerang juga dikenal lebih mudah dicerna dibandingkan beberapa sumber protein lainnya.
Membantu Mencegah Anemia
Meti juga mengandung zat besi yang cukup tinggi. Mineral ini sangat penting untuk membantu pembentukan sel darah merah dan menjaga kadar hemoglobin dalam darah.
Konsumsi makanan yang mengandung zat besi dapat membantu mencegah anemia atau kekurangan darah, yang sering menyebabkan tubuh mudah lelah, pusing, dan kurang bertenaga.
Baik untuk Kesehatan Tulang
Selain zat besi, meti juga mengandung kalsium dan fosfor, dua mineral penting yang berperan dalam menjaga kesehatan tulang dan gigi. Kalsium membantu memperkuat struktur tulang, sedangkan fosfor mendukung proses pembentukan jaringan tulang yang sehat.
Nutrisi ini sangat penting bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan serta bagi orang dewasa untuk mencegah risiko pengeroposan tulang.
Mengandung Vitamin dan Mineral Penting
Kerang sungai juga diketahui mengandung berbagai vitamin B kompleks, seperti vitamin B12 yang berfungsi menjaga kesehatan saraf, membantu produksi sel darah merah, serta meningkatkan metabolisme energi dalam tubuh.
Selain itu, meti juga mengandung beberapa mineral lain seperti magnesium, seng, dan selenium yang membantu meningkatkan daya tahan tubuh serta menjaga fungsi organ tubuh tetap optimal.
Potensi Menjaga Kesehatan Jantung
Beberapa penelitian tentang kerang menunjukkan bahwa makanan laut dan kerang air tawar dapat mengandung asam lemak baik yang bermanfaat untuk kesehatan jantung.
Jika dikonsumsi dengan cara pengolahan yang sehat misalnya direbus, ditumis ringan, atau digoreng, meti dapat membantu menjaga keseimbangan kadar lemak dalam tubuh.
Dampak Terhadap Kolesterol
Kerang pada dasarnya memang mengandung kolesterol alami. Namun jumlahnya biasanya tidak berbahaya jika dikonsumsi dalam porsi yang wajar.
Justru kandungan protein tinggi dan lemak jenuh yang relatif rendah pada kerang dapat membantu menjaga keseimbangan kolesterol dalam tubuh.
Dalam beberapa kasus, konsumsi kerang yang dimasak tanpa minyak berlebihan dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) yang berfungsi melindungi kesehatan jantung.
Namun demikian, konsumsi meti tetap perlu dilakukan secara seimbang dan tidak berlebihan, terutama bagi orang yang memiliki riwayat kolesterol tinggi. Cara pengolahan juga sangat berpengaruh. Mengolah meti dengan cara digoreng menggunakan banyak minyak dapat meningkatkan kadar lemak dan mengurangi manfaat kesehatannya.
Potensi Pangan Lokal yang Bernilai Tinggi
Dengan kandungan gizi yang cukup lengkap, meti memiliki potensi besar sebagai pangan lokal bergizi dari Morowali Utara. Selain menjadi makanan tradisional masyarakat di sepanjang Sungai Laa, kerang ini juga berpotensi dikembangkan sebagai produk olahan bernilai ekonomi, seperti cemilan kemasan atau makanan khas daerah.
Jika dikelola dengan baik, meti tidak hanya menjadi sumber nutrisi bagi masyarakat lokal, tetapi juga dapat menjadi salah satu kekayaan kuliner yang memperkenalkan potensi alam Morowali Utara kepada masyarakat yang lebih luas.
- Penulis: Redaksi Beritamorut
























































Saat ini belum ada komentar