Markus Maugo Bawa Pambarea Jadi Desa Mandiri Pertama di Morut
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
- visibility 9
- print Cetak

Ket Foto: Kades Pambarea, Markus Maugo (IST)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MORUT- Empat belas tahun bukan waktu yang singkat untuk memimpin sebuah desa. Sejak dilantik pada 8 November 2012, Kepala Desa Pambarea, Markus Maugo, menapaki perjalanan panjang membangun kampung halamannya dengan visi kemandirian yang nyata.
Perjalanan itu mencapai tonggak penting pada tahun 2022. Di bawah kepemimpinannya, Desa Pambarea mencatat sejarah sebagai desa mandiri pertama di Kabupaten Morowali Utara. Desa mandiri (swasembada) adalah desa yang memiliki kemampuan mengelola potensi lokal, infrastruktur memadai, dan pelayanan dasar berkualitas (kesehatan, pendidikan, ekonomi) untuk kesejahteraan warga. Perjuangan Markus Maugo mengantarkan Desa Pambarea menjadi pembuka desa mandiri di Morowali Utara.

Ket Foto: Kades Pambarea, Markus Maugo (IST)
Capaian tersebut lahir dari kerja panjang yang terus berkelanjutan. Desa Pambarea juga memiliki bangunan serbaguna sanggar seni terbesar di Kabupaten Morowali Utara. Ukuran gedung ini 20×30 meter jadi yang terbesar dan digunakan jadi pusat kegiatan pesta dan acara besar lainnya.
Namun bagi Markus Maugo, pembangunan belum selesai. Ia masih menyimpan sejumlah pekerjaan rumah. Diantaranya kades Pambarea ini menargetkan pembuatan lahan pekuburan Pambarea, yang terpisah dari Tomata. Kemudian pembuatan jaringan sumber air bersih di Lambura RT 6 Dusun 2 untuk jaringan ke rumah-rumah.
Perhatian terhadap generasi muda juga terus menjadi prioritas. Pembangunan lapangan bola kaki untuk yang kedua disiapkan sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan olahraga di desa.
“Pembangunan lapangan bola kaki untuk yang kedua. Saya mantan ketua karang taruna, jadi saya selalu atur untuk generasi muda. Untuk masa depan anak-anak saya selalu utamakan dalam desa,”ujarnya (6/5)
Salah satu terobosan yang menarik adalah desa Pambarea memiliki mobil open cup, yang dibeli dari anggaran desa dan digunakan oleh warga saat pesta, saat duka, atau kegiatan lain seperti anak sekolah yang mengikuti kegiatan. Mobil ini bahkan tidak pernah istirahat sudah 6 tahun diadakan oleh warga dari dana desa.
Kini Markus Maugo kembali bertarung di Pilkades serentak pada bulan Juli mendatang. Nama Markus Maugo masih sangat kuat dan siap menghadapi dua penantang di Pilkades Pambarea.
- Penulis: Redaksi Beritamorut











Saat ini belum ada komentar