Breaking News :
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kisah Kemanusiaan Doktor Mardiman dan Holiliana Bantu Biaya Ambulance Warga Era

Kisah Kemanusiaan Doktor Mardiman dan Holiliana Bantu Biaya Ambulance Warga Era

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • visibility 10
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MORUT- Ditengah peringatan Hari Buruh Nasional 1 Mei 2026, sebuah kisah sederhana namun penuh makna kemanusiaan hadir dari Morowali Utara. Kisah ini bukan tentang panggung besar atau sorotan kamera, melainkan tentang empati yang bekerja diam-diam, menyentuh hati sebuah keluarga yang sedang berduka.

Tokoh muda Mori sekaligus advokat, Dr. Mardiman Sane, bersama anggota DPRD Morowali Utara Holiliana Tumimomor, menunjukkan bahwa kepedulian sosial tidak mengenal hari libur.

Kisah ini bermula dari sebuah panggilan penuh harap. Seorang kerabat almarhum, Restu, menghubungi mereka untuk meminta bantuan ambulans. Keluarga tengah berduka atas meninggalnya Alfons Raumbu, warga Desa Era, Kecamatan Mori Utara, yang wafat di RSUD Kolonodale.

Namun situasi tidak mudah. Ambulans relawan milik Doktor Mardiman Sane dan Holiliana saat itu sedang digunakan. Di sinilah empati mengambil peran. Mereka tidak berhenti pada kata “maaf”, melainkan mencari jalan agar keluarga tetap bisa membawa pulang jenazah ke kampung halaman dengan layak.

Akhirnya, mereka membantu mengupayakan penggunaan ambulans milik pemerintah daerah. Restu menceritakan besarnya bagi mereka yang berduka dengan biaya ambulans dihitung per kilometer, yaitu Rp18.000/km. Perjalanan Kolonodale menuju Desa Era yang mencapai sekitar 120 kilometer membuat total biaya kisaran Rp2.160.000 — angka yang sangat berat bagi keluarga almarhum.

Di momen Hari Buruh yang identik dengan perjuangan dan solidaritas, bantuan itu menjadi simbol nyata bahwa kemanusiaan masih hidup. Bagi keluarga almarhum, kehadiran dua tokoh ini bukan sekadar bantuan teknis, tetapi penguat di tengah duka yang mendalam.

Ucapan terima kasih pun mengalir dari keluarga, bukan hanya karena jenazah bisa pulang, tetapi karena mereka merasakan bahwa mereka tidak sendirian.

“Terima kasih kepada Doktor Mardiman Sane dan Ibu Holiliana Tumimomor yang sudah membantu keluarga, jenazah sudah tiba di kampung,”ujar Restu

Kisah ini mengingatkan kita: makna Hari Buruh bukan hanya tentang pekerjaan dan perjuangan hak, tetapi juga tentang solidaritas, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama. Karena pada akhirnya, kemanusiaanlah yang menyatukan kita semua.

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less