Kebun Sawit Warga Tiu Dipenuhi Lumpur. Diduga Akibat Aktifitas PT. SSP
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
- visibility 112
- print Cetak

Foto: Lumpur di kebun sawit warga Tiu (IST)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MORUT- Aktivitas pertambangan semestinya berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Namun, kasus yang terjadi di Desa Tiu dan Tontowea, Kecamatan Petasia Barat, Kabupaten Morowali Utara, justru menunjukkan hal sebaliknya. Dugaan pencemaran kebun sawit warga akibat lumpur dari aktivitas tambang PT. SSP menjadi potret buram minimnya kepedulian perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan dan nasib masyarakat lokal.
Dampak yang ditimbulkan bukan sekadar gangguan sementara. Lumpur pekat yang mengalir ke lahan pertanian telah mematikan sumber kehidupan warga, membuat tanaman sawit gagal tumbuh dan tanah kehilangan kesuburannya. Ini bukan hanya kerugian ekonomi, tetapi juga bentuk pengabaian terhadap hak masyarakat atas lingkungan yang bersih dan sehat.

Lebih ironis lagi, keluhan warga seolah tak mendapat respons. Perusahaan yang seharusnya bertanggung jawab, justru terkesan menutup mata. Tidak ada langkah nyata untuk memulihkan kerusakan.
“Perusahaan makin tidak peduli dengan dampak terhadap kebun sawit kami,”ungkap seorang petani sawit (8/11)
Sikap ini mencerminkan lemahnya pengawasan pemerintah daerah terhadap aktivitas tambang di wilayah Morowali Utara. DPRD Morut seharusnya tidak tinggal diam. Sebagai wakil rakyat, mereka wajib memanggil manajemen PT. SSP dan memastikan ada tanggung jawab serta solusi nyata bagi petani yang terdampak.

Pertambangan memang dapat mendorong ekonomi daerah, tetapi tanpa kontrol dan tanggung jawab lingkungan, hasilnya hanyalah kemakmuran semu yang menghancurkan masa depan masyarakat lokal. Sudah saatnya pemerintah menegakkan aturan, memastikan setiap izin tambang disertai komitmen lingkungan yang jelas, dan tidak memberi ruang bagi perusahaan yang abai terhadap penderitaan warga.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka bukan hanya kebun sawit yang terkubur lumpur, tetapi juga harapan hidup masyarakat Petasia Barat.
- Penulis: Redaksi Beritamorut

























































Saat ini belum ada komentar