Jayden Kecil Sedang Berjuang di Titik Kritis, Keluarga Berharap Mujizat Tuhan
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
- visibility 18
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PALU – Di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RSUD Undata Palu, seorang bayi mungil bernama Jayden Mponoi tengah berjuang mempertahankan hidupnya.
Sabtu (30/5/2026) siang, Jayden yang baru berusia 1 bulan 22 hari terlihat terbaring lemah di atas tempat tidur perawatan. Bayi asal Desa Tiu, Kecamatan Petasia Barat, Kabupaten Morowali Utara itu kini berada dalam kondisi kritis setelah dirujuk dari RSUD Kolonodale.
Tidak terdengar suara tangisan dari Jayden seperti bayi-bayi seusianya yang sedang sakit. Tubuh kecilnya dikelilingi berbagai alat medis yang terus bekerja tanpa henti, memantau setiap detik perjuangannya.
Di bagian belakang kepalanya tampak benjolan yang menurut keluarga merupakan tumor. Sang ayah menceritakan bahwa benjolan tersebut awalnya berukuran kecil saat Jayden dilahirkan. Namun dalam waktu singkat ukurannya membesar dengan cepat hingga membuat putra mereka harus mendapatkan penanganan intensif di rumah sakit rujukan.
“Saat masih di RSUD Kolonodale, Jayden masih bergerak dan membuka mata, meskipun sempat mengalami kejang. Tapi sejak perjalanan menuju Palu sampai sekarang, dia sudah tidak lagi membuka mata,” tutur sang ayah dengan suara lirih.
Selang infus terpasang di tubuh mungilnya. Jayden terbaring tanpa banyak gerakan. Bahkan ketika seorang pendeta datang dan memanjatkan doa di dalam ruangan, bayi kecil itu tetap tertidur lelap.
Namun di tengah keheningan itu, tampak setitik air mata keluar dari sudut matanya yang terpejam.
Pemandangan yang membuat siapa pun yang melihatnya sulit menahan haru.
Seolah tanpa suara, butiran air mata itu menceritakan rasa sakit yang sedang ia rasakan.
Meski harapan hidup disebut sangat kecil, kedua orang tua Jayden memilih untuk tidak menyerah. Mereka terus berdoa dan berharap ada keajaiban yang datang untuk putra tercinta mereka.
“Kami tidak mau putus asa. Kami akan terus berjuang untuk Jayden,” ujar sang ayah.
Keluarga juga menyerahkan sepenuhnya keputusan medis kepada tim dokter yang menangani Jayden, termasuk jika tindakan operasi menjadi pilihan terbaik untuk menyelamatkan nyawanya.
Di usia yang baru menginjak 1 bulan 22 hari, Jayden seharusnya menikmati hari-hari pertamanya dalam pelukan hangat orang tua. Namun takdir membawanya pada perjuangan berat yang bahkan sulit dibayangkan oleh orang dewasa.
Kini, di balik pintu ruang PICU RSUD Undata, Jayden kecil terus berjuang. Sementara sang ayah dan ibu hanya bisa menatap penuh harap, memohon agar Tuhan memberikan kekuatan dan mujizat bagi buah hati mereka.
Karena bagi orang tua, selama napas itu masih ada, harapan tidak akan pernah benar-benar padam.
- Penulis: Redaksi Beritamorut












































Saat ini belum ada komentar