Hilirisasi “Jumbo” di Morowali, Pabrik Kelapa Rp 1,66 Triliun Sedot 10 Ribu Tenaga Kerja
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Rabu, 3 Des 2025
- visibility 17
- print Cetak

Ket: Illustrasi buah kelapa (IST)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MOROWALI- Pemerintah Indonesia kembali memperluas agenda hilirisasi, kali ini di sektor-sektor non–pertambangan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa hilirisasi tak lagi berfokus pada mineral, tetapi merambah ke kelautan, pertanian, hingga perkebunan.
Salah satu proyek yang menjadi sorotan adalah hilirisasi kelapa yang akan dibangun di Morowali, Sulawesi Tengah. Investasi raksasa senilai US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,66 triliun telah disiapkan, dan pabriknya ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2026.
“Hilirisasi tidak hanya di mineral, tapi juga perkebunan, agrikultur, dan kelautan. Di kelapa, kita sudah mulai di Morowali, investasinya sekitar US$ 100 juta,” ujar Rosan saat rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (2/12/2025).
Proyek ini diproyeksikan menjadi mesin pembangunan ekonomi baru bagi Sulawesi Tengah. Pabrik kelapa tersebut diperkirakan dapat menyerap 10 ribu tenaga kerja dan mengolah hingga 500 juta butir kelapa per tahun.
Rosan menjelaskan bahwa selama ini kelapa dari wilayah tersebut banyak diekspor mentah ke China. Untuk memutus ketergantungan dan meningkatkan nilai tambah, ia bahkan terbang langsung ke China untuk meyakinkan investor agar membangun pabriknya di Indonesia.
“Kami melihat banyak kelapa kita diekspor ke China. Karena itu saya ke sana, yakinkan mereka untuk buka pabrik di sini. Lebih efisien bagi mereka, dan harga kelapa di sini juga meningkat karena tidak lagi dibebani biaya logistik ekspor,” jelasnya.
Jika terealisasi sesuai target, pabrik hilirisasi kelapa ini bukan hanya menciptakan lapangan kerja masif, tetapi juga memberi lompatan nilai tambah bagi petani kelapa lokal serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global produk turunan kelapa.
- Penulis: Redaksi Beritamorut
























































Saat ini belum ada komentar