Soal Keterbukaan ke Media, Lima Partai Dinilai Paling Responsif di Morowali Utara
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
- visibility 32
- print Cetak

Foto: Illustrasi partai dan media lokal (AI)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Morowali Utara – Dalam dinamika politik daerah, keterbukaan komunikasi antara partai politik dan media menjadi cermin kedewasaan berdemokrasi. Dari hasil pantauan dan interaksi sejumlah jurnalis lokal, lima partai politik di Morowali Utara dinilai paling terbuka dan aktif menjalin komunikasi dengan awak media.
Kelima partai tersebut yakni Partai Golkar, Partai NasDem, Partai Gerindra, Partai Demokrat, dan Partai Hanura.
Partai-partai ini kerap terlihat responsif ketika dikonfirmasi terkait kegiatan maupun kebijakan kadernya di lembaga legislatif. Bahkan, beberapa di antaranya secara aktif menggandeng media lokal dalam publikasi kegiatan partai dan sosial kemasyarakatan.
“Komunikasi yang terbuka membuat masyarakat bisa mengetahui apa yang dilakukan wakil rakyat mereka. Ini bukan soal pencitraan, tapi tanggung jawab moral,” ungkap salah satu jurnalis di Kolonodale.
Sementara itu, sejumlah partai lain justru dinilai masih tertutup. Beberapa kader, khususnya dari PDI Perjuangan, disebut jarang memberikan tanggapan atau publikasi atas kegiatan mereka di DPRD.
Ada yang beralasan tidak ingin kegiatannya dipublikasikan, sementara yang lain menyebut sudah “berkontrak” dengan satu media tertentu berdasarkan arahan internal partai.
Sikap seperti ini menuai sorotan. Sebab, bagi publik dan jurnalis, transparansi bukan sekadar urusan transaksi media, tetapi bentuk akuntabilitas wakil rakyat.
“Wakil rakyat seharusnya bisa menjadi contoh keterbukaan. Kalau komunikasi dengan media saja tertutup, bagaimana publik mau tahu apa yang dikerjakan untuk mereka?” ujar salah satu pengamat lokal.
Menariknya, Partai Gema Bangsa yang tergolong baru justru menunjukkan sikap berbeda. Partai ini mulai aktif membangun komunikasi dua arah dengan media lokal dan tampak terbuka dalam publikasi kegiatan.
Langkah ini dinilai positif dalam membangun kepercayaan publik, sekaligus memperkuat posisi partai baru dalam peta politik Morowali Utara.
Keterbukaan komunikasi dengan media menjadi tolok ukur sederhana tentang komitmen partai terhadap transparansi dan partisipasi publik.
Politik lokal yang sehat mestinya ditandai dengan dialog, bukan jarak.
- Penulis: Redaksi Beritamorut
























































Saat ini belum ada komentar