Dua Anggota DPRD Morut Baru yang Populer di Sosmed A-A, yang tidak Populer I-I
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
- visibility 16
- print Cetak

Foto: DPRD Morut (IST)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MORUT- Dua anggota DPRD Morowali Utara (Morut) periode 2024-2029 wajah baru yang populer di sosial media adalah Arief Ibrahim dan Arman Purnama Marunduh. Sementara dua anggota DPRD Morut baru yang tidak populer di sosial media menurut penilaian warga adalah I Wayan Landra dan I Made Karsana.
Salah satu menjadi penilaian adalah akun Facebook milik Arman dan Arief aktif memposting aktivitas mereka sebagai wakil rakyat. Bahkan Arman Purnama Marunduh di juluki sang pendengar.
Arman bukan hanya aktif di sosial media dan WhatsApp Group. Ia bahkan menggelar kopi bareng yang terjadwal di warkop Tehehe untuk memberi ruang siapapun datang dan berbagi cerita atau pun keluh kesahnya.
Facebook Relawan AMPUH (Arman Purnama Marunduh) dan Kaka Arief Ibrahim (Kaka Dewanku) akun dua legislator muda ini menunjukan komunikasi yang intens dengan masyarakat.
Loyalitas dan kinerja dua anggota DPRD Morut baru ini layak di apresiasi. Bahkan di Bulan Oktober ini Arman Purnama Marunduh terlihat seorang diri berkonsultasi soal Raperda di Kemenkumham Sulteng.
Namun ironisnya, ada dua anggota DPRD Morut yang juga baru periode ini menjabat, mereka dinilai tidak populer di sosmed. Tidak begitu dikenal secara luas, kegiatannya pun jarang terekspose media-media yang ada di Morowali Utara.
Keduanya adalah I Wayan Landra dan I Made Karsana. Dua anggota DPRD Morut ini minim publikasi, minim digitalisasi ditengah perkembangan saat ini.
Bisa jadi karena gaya komunikasi yang lebih “tradisional”, aktivitas lebih internal—sehingga engagement di sosial media relatif rendah.
Karakteristik yang menyebabkan kurang “ngehits”:
• Aktivitas publik yang minim “konten viral” atau narasi yang cepat tersebar di sosial media.
• Kurang menggunakan atau memanfaatkan media sosial untuk “personal branding”.
• Mungkin lebih fokus kerja legislatif di balik layar tanpa banyak posting yang viral.
- Penulis: Redaksi Beritamorut
























































Saat ini belum ada komentar