Bimtek dan Wisata ke Singapore, ASN PUPR Morut Dikritik, Posting di FB Gaya Hidup Hedonis Dinilai Tak Sejalan Arahan Wabup
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
- visibility 22
- print Cetak

Foto: ASN PUPR Morut di Singapore (Sumber: FB Fahrudin Lalu)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Morowali Utara – Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Morowali Utara menuai sorotan publik. Mereka tampak mengikuti studi banding ke Batam sekaligus melancong ke luar negeri, Singapura.

Foto: Tangkapan layar FB
Langkah ini dinilai bertolak belakang dengan arahan Wakil Bupati Morowali Utara, Djira K, pada apel Senin 15 September 2025 lalu, yang menekankan pentingnya pola hidup sederhana bagi ASN. Djira secara tegas mengingatkan agar pejabat tidak bersikap jemawa, pamer kekuasaan, maupun memamerkan gaya hidup hedonis, termasuk di media sosial.
“Kepala OPD harus jadi teladan. Ingatkan pegawai termasuk keluarga agar tidak lalai dalam menerapkan pola hidup sederhana. Bijaklah bermedia sosial, jangan memamerkan kemewahan,” tegas Djira kala itu.
Arahan serupa juga pernah diungkapkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada 2 September 2025 yang meminta kepala daerah dan pejabat publik menjaga sikap sederhana. Flexing atau pamer kemewahan pejabat dinilai bisa memicu sentimen negatif masyarakat.
Namun fakta di lapangan berbeda. Beberapa pejabat PUPR Morut, termasuk Kepala Bidang Fahrudin Lalu, terlihat berada di luar negeri. Gaya hidup yang mereka unggah di Facebook memantik kritik warga, apalagi situasi ekonomi masyarakat sedang sulit.
“Gaya hidup yang mereka posting di FB tidak sesuai dengan arahan Wabup dan jelas melukai masyarakat yang tengah kesulitan,” ujar salah satu tokoh masyarakat.
Publik juga mempertanyakan urgensi Bimtek yang digelar di Batam dengan materi air bersih, yang dianggap belum tentu sesuai dengan kebutuhan Kabupaten Morowali Utara. Redaksi sudah berupaya mengonfirmasi hal ini ke Kabid PUPR Morut melalui WhatsApp, namun hingga berita ini tayang belum mendapat jawaban meski pesan sudah dibaca.
Fenomena ini menimbulkan sorotan tajam. Masyarakat berharap pejabat Morowali Utara benar-benar mencontohkan pola hidup sederhana, fokus pada pelayanan, dan meninggalkan gaya hidup yang dianggap hedonis.
- Penulis: Redaksi Beritamorut
























































Saat ini belum ada komentar