Breaking News :
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Belajar dari Keteladanan Longki Djanggola

Belajar dari Keteladanan Longki Djanggola

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
  • visibility 8
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MORUT- Ada satu nilai plus yang melekat kuat pada sosok Longki Djanggola: konsistensi dalam merespon media.
Sejak menjabat sebagai Bupati Parigi Moutong dua periode, Gubernur Sulawesi Tengah dua periode, hingga kini menjadi anggota DPR RI asal Sulawesi Tengah, satu sikapnya tak pernah berubah—ia tetap membuka ruang komunikasi.

Di tengah padatnya agenda politik, memang ada kalanya pesan dibalas terlambat. Namun yang membuatnya berbeda adalah: pesan itu tetap dibalas.
Sikap sederhana ini terlihat kecil, tetapi sesungguhnya mencerminkan penghargaan terhadap kerja-kerja jurnalistik dan keterbukaan terhadap publik.

Bagi banyak orang di Sulawesi Tengah, inilah yang menjadikan Longki bukan hanya pejabat, tetapi panutan dalam etika politik komunikasi.

Di Morowali Utara, nilai yang sama tampak pada sosok Yaristan Palesa, SH.
Hampir satu dekade duduk di DPRD Morowali Utara tidak membuatnya berubah sikap. Ia dikenal sebagai politisi yang responsif terhadap media. Bahkan salah satu kader Golkar Morut, Gems Saino, menyebut:

“Kalau YP 78 tidak berubah dari dulu sampai hari ini sangat merespon.”

Pernyataannya saat RDP bersama RSUD Kolonodale yang menyebut dirinya “cuma anak kampung” bukan sekadar kalimat spontan. Itu adalah gambaran karakter—rendah hati namun tetap tegas dalam menyuarakan aspirasi rakyat.

Sikap itu menunjukkan bahwa jabatan bukan untuk meninggikan diri, melainkan memperluas manfaat.

Di DPRD Morowali Utara, semangat komunikasi terbuka juga terlihat pada dua politisi muda:

• Arman Purnama Marunduh (kader Gerindra)
• Arief Ibrahim (kader Hanura)

Sebagai legislator periode pertama, keduanya menuai pujian karena sikap yang respek dan terbuka terhadap media serta masyarakat. Mereka menunjukkan bahwa politik tidak harus kaku atau berjarak.

Belajar dari keteladanan seperti yang dicontohkan Longki Djanggola, politisi Morowali Utara membuktikan bahwa komunikasi yang baik adalah fondasi kepercayaan publik.

Karena pada akhirnya, kekuatan seorang politisi bukan hanya pada jabatan yang disandang, tetapi pada kerendahan hati dan keterbukaan dalam melayani rakyat.

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less