Breaking News :
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Asal Usul Nama Kolonodale

Asal Usul Nama Kolonodale

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
  • visibility 88
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MORUT- Rasanya kita juga perlu tahu sejarah maupun asal usul nama kota tempat kelahiran kita. Dengan begitu, kita mengenali, menghargai, mencintai dan sangat merasa bangga dengan kota kelahiran meskipun barangkali karena pekerjaan, perkawinan atau karena sebab-sebab lain harus tinggal atau menetap ditempat yang jauh dari kota kelahiran kita.

Tidak semua orang tahu dan hafal sejarah kota tempat kelahirannya, termasuk sejarah dan asal muasal nama ibu kota Kebupaten Morowali Utara : Kolonodale. Padahal dengan mengetahui sejarah kotanya, sangatlah penting untuk dijadikan acuan dalam hal pembangunan dan penataan kota.

Bung Karno merasa perlu mengingatkan kita semua : “jangan sekali-kali meninggalkan sejarah” (Jasmerah), termasuk sejarah kota Kolonodale tempat kita dilahirkan, dibesarkan, berdomisili atau bekerja. Kota yang menjadi pusat pemerintahan kabupaten, perdagangan, pendidikan, kebudayaan dan pariwisata.

Wajah kota Kolonodale akan terus berubah seiring perkembangan zaman, tetapi riwayat dan asal usulnya tak akan pernah berganti, akan terus abadi. Ada nama kota yang mungkin berasal dari suatu kejadian luar biasa di zaman dahulu kala atau bahkan berasal dari bahasa yang dipakai oleh para pendatang untuk menamai suatu lokasi atau tempat yang melekat hingga saat ini.

Semua nama yang terpateri hingga saat ini, tentunya telah melewati perjalanan waktu yang sangat panjang, tak lapuk oleh hujan dan tak lekang oleh panas yang pada akhirnya melekat menjadi sebuah nama kota.

Kolonodale misalnya. Dari penelusuran yang penulis lakukan, ditemui hal-hal menarik terkait nama kota Kolonodale. Konon, nama Kolonodale berasal dari empat sumber yang tentunya masih memerlukan kajian ilmiah lebih lanjut.

Sumber pertama, nama Kolonodale berasal dari bahasa Belanda, sumber kedua berasal dari bahasa Mori, sumber ketiga berasal dari bahasa Bugis dan sumber keempat dari bahasa Lolaki.

Sebagaimana diketahui, negeri Mori memiliki sumber daya alam yang beraneka ragam mulai dari pantai, hutan mangrove, hutan alluvial, dataran rendah dan hutan rawa, hutan pegunungan maupun hutan lumut. Tidak mengherankan bila pada abad XV daerah Mori sudah dikunjungi oleh bangsa asing untuk melakukan penelitian dan perdagangan.

Sumber pertama. Demi kepentingan ambisi penaklukan wilayah, khususnya rencana penaklukan Kerajaan Mori oleh pemerintah kolonial Belanda, maka untuk keperluan operasi militer, Belanda melakukan ekspedisi penelitian dan pemetaan kedalaman laut di Teluk di Teluk Tomori dan Teluk Tolo hingga menyusuri sungai Laa tahun 1850.

Ekspedisi penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap, pertama tahun 1850 dipimpin oleh Letnan Laut Jhr13) L.H.W de Stuers. Hasil penelitian ini kemudian dituangkan dalam laporan yang berjudul : Algemeene Kaart h.h terrain der krij gs verrichtingen ter oostkust v.h eiland Celebes14).

Ekspedisi penelitian kedua antara Desember 1852 sampai dengan Januari 1853 dan sebagai pimpinan ekspedisi oleh Laksamana Muda K.W.J Baarta de la Faille dengan anggota Letnan Laut A. van Kerkwijk dan Letnan Laut G.F Servatius.
Karena penelitian dilaksanakan di Teluk Tomori, maka sesuatu yang masuk akal bila tim ini kemudian menemukan suatu lokasi yang cocok untuk membangun bivak sebagai tempat pemantauan dan koordinasi penelitian lapangan. Tempat yang diketemukan ini masih berupa desa nelayan yang didominasi oleh hutan belukar namun sangat cocok untuk membangun kemah.

Tempat ini dikitari oleh perbukitan sehingga lokasi ini berada di lembah. Oleh orang Belanda tempat ini diberi nama Kolonie Dal yang bermakna Kolonie berarti pemukiman dan Dal berarti lembah.

Seiring dengan perjalanan waktu, dua suku kata Kolonie dan Dal dijadikan satu suku kata menjadi Koloniedal kemudian berubah menjadi Kolonedale dan pada akhirnya menjadi Kolonodale. Perubahan penyebutan ini terjadi karena lidah orang-orang Mori agar sukar untuk menyebut Koloniedal, mereka lebih familiar melafazkannya dengan Kolonodale.

Sumber kedua, nama Kolonodale berasal dari asli bahasa Mori. Menurut A.K Tumakaka, nama Kolonodale berasal dari kata Kolono yang berarti teluk dan dale, adalah sejenis tumbuhan berumpun yang mempunyai buah berbiji (osole ngkukua) dimana bijinya digunakan sebagai manik-manik untuk perhiasan di leher anak perempuan. Osole ngkukua ini tidak dimakan.

Sumber ketiga, nama Kolonodale konon berasal dari bahasa Bugis yang diperkenalkan oleh orang-orang Bugis asal Balanipa15). Kolono berarti teluk dan dale bermakna mujur.

Dan sumber keempat berasal dari bahasa Lolaki. Kolono berarti teluk dan dale yang artinya rejeki.

Dikutip dari tulisan blog berjudul: Beberapa Pokok Pikiran Tentang Mori

Murdan U. Marunduh
(Pemerhati Sejarah dan Budaya)

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less