Breaking News :
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Dari Morut untuk Indonesia: GEKRAFS Jemput Aspirasi, Bawa Potensi Ekonomi Kreatif ke Panggung Nasional

Dari Morut untuk Indonesia: GEKRAFS Jemput Aspirasi, Bawa Potensi Ekonomi Kreatif ke Panggung Nasional

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 118
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MOROWALI UTARA — Semangat memperkuat ekonomi kreatif di daerah terus digelorakan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Kabupaten Morowali Utara. Kali ini, ruang dialog dibuka melalui Sharing Session bersama Amsal Sitepu, Ketua DPC GEKRAFS Kabupaten Karo sekaligus penggerak ekonomi kreatif nasional, dalam rangkaian Misi 131 Hari Jelajah Nasional.

Kegiatan yang berlangsung di Momahe Cafe, Morowali Utara, tersebut menjadi momentum mempertemukan jejaring ekonomi kreatif nasional dengan para pelaku kreatif lokal. Bukan sekadar kunjungan, kehadiran Amsal Sitepu menjadi bagian dari upaya menyerap langsung aspirasi, menggali potensi, sekaligus mendengar berbagai tantangan yang dihadapi pelaku ekonomi kreatif di daerah.

Sharing session turut dihadiri Sekretaris DPC GEKRAFS Morowali Utara, Muhammad Russell Najimain, Bendahara DPC GEKRAFS Morowali Utara, Taslim Landoala, serta sejumlah pelaku ekonomi kreatif dari berbagai bidang.

Dalam dialog tersebut, salah satu aspirasi yang mengemuka adalah pentingnya kebijakan kolaboratif antara pemerintah daerah dan pelaku ekonomi kreatif untuk menciptakan sekaligus memperluas pemasaran produk-produk kreatif khas Morowali Utara.

Para pelaku ekonomi kreatif berharap produk lokal mendapat ruang lebih besar untuk menjadi cenderamata atau oleh-oleh khas daerah.

Dengan demikian, masyarakat maupun tamu dari luar daerah yang datang ke Morowali Utara tidak hanya menikmati destinasi wisata, tetapi juga memiliki pilihan untuk membawa pulang produk lokal sebagai bagian dari cerita perjalanan mereka.

Pengembangan pariwisata juga menjadi perhatian. Potensi wisata Morowali Utara dinilai perlu dikembangkan secara terintegrasi dengan sektor ekonomi kreatif agar aktivitas pariwisata mampu menciptakan efek ekonomi yang lebih luas bagi UMKM, pelaku usaha, komunitas dan generasi muda kreatif.

Ketua DPC GEKRAFS Morowali Utara, Edwin Purnawan Tampake, SH., MH., M.Kn., yang sedang berada di luar kota, menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi terlaksananya sharing session ini. Meskipun saya sedang berada di luar kota, saya melihat pertemuan ini sangat penting karena menghadirkan langsung teman-teman pelaku ekonomi kreatif Morowali Utara dan memberikan ruang bagi mereka untuk menyampaikan aspirasi,” ujarnya.

Menurut Edwin, Misi 131 Hari Jelajah Nasional menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Morowali Utara sekaligus membawa suara pelaku kreatif daerah ke jejaring yang lebih luas.

“GEKRAFS Morowali Utara ingin memastikan bahwa suara pelaku ekonomi kreatif di daerah tidak berhenti pada diskusi, tetapi dapat menjadi bagian dari agenda pembangunan ekonomi kreatif. Kita memiliki banyak potensi, baik produk lokal, kreativitas anak muda maupun pariwisata, dan semuanya membutuhkan kolaborasi,” katanya.

Ia menegaskan, pembangunan ekosistem ekonomi kreatif membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas, sektor pariwisata hingga organisasi penggerak ekonomi kreatif.

“Kami percaya ekonomi kreatif tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas, sektor pariwisata dan GEKRAFS harus bisa duduk bersama dan mencari model kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Amsal Sitepu menyampaikan bahwa perjalanan dalam Misi 131 Hari Jelajah Nasional merupakan bagian dari upaya melihat secara langsung perkembangan ekonomi kreatif di berbagai daerah sekaligus mendengar kebutuhan para pelakunya.

Kehadirannya di Morowali Utara diharapkan menjadi jembatan untuk membawa cerita, potensi dan aspirasi pelaku ekonomi kreatif daerah ke jejaring ekonomi kreatif nasional.
Bagi DPC GEKRAFS Morowali Utara, pertemuan tersebut bukan sekadar forum bertukar gagasan.

Lebih jauh, kegiatan ini menjadi langkah untuk membangun komunikasi dan kolaborasi yang dapat membuka peluang baru bagi pelaku ekonomi kreatif lokal.
Dengan kekayaan budaya, kreativitas generasi muda, produk lokal dan potensi destinasi wisata yang dimiliki, Morowali Utara dinilai mempunyai modal besar untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai salah satu kekuatan ekonomi daerah.

GEKRAFS Morowali Utara berkomitmen terus membuka ruang kolaborasi agar pelaku ekonomi kreatif dapat tumbuh, berkarya dan memperkenalkan produk-produk kreatif Morowali Utara ke pasar yang lebih luas.

Dari ruang-ruang kreatif di Morowali Utara, aspirasi dijemput untuk dibawa lebih jauh—menuju panggung ekonomi kreatif nasional.

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less