Breaking News :
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » RDP Pasien Operasi Amandel Meninggal, Anggota DPRD Morut Sebut Pelayanan RSUD Kolonodale “Tai Kuda”

RDP Pasien Operasi Amandel Meninggal, Anggota DPRD Morut Sebut Pelayanan RSUD Kolonodale “Tai Kuda”

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
  • visibility 20
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MORUT – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Morowali Utara menggelar rapat di ruang Komisi I, Rabu (18/2/2025) pukul 14.00 Wita, guna menindaklanjuti pengaduan masyarakat terkait pelayanan dan penanganan kesehatan di RSUD Kolonodale.

Rapat tersebut dipimpin Ketua Komisi I DPRD, Ince Mochamad Arief Ibrahim, SH, M.Kn, dan turut dihadiri anggota DPRD Arman Purnama Marunduh serta Yaristan Palesa, SH. Hadir pula Direktur RSUD Kolonodale beserta jajaran, Kepala BPJS Kesehatan Morowali Utara, serta perwakilan keluarga pasien.

Dalam jalannya rapat, suasana sempat memanas. Ketua Komisi I Arief Ibrahim berusaha menenangkan keluarga almarhum yang secara bergantian menyampaikan protes keras atas pelayanan RSUD Kolonodale.

Anggota Komisi I DPRD Morowali Utara, Yaristan Palesa, yang sejak awal tampak serius mengikuti perdebatan antara pihak keluarga dan manajemen rumah sakit, saat diberikan kesempatan berbicara menyampaikan kritik tajam. Meski dengan nada suara pelan, terlihat ia menahan marah dan kesedihan atas kejadian tersebut. Ia bahkan secara terbuka menyoroti buruknya pelayanan di RSUD Kolonodale.

“Ibu direktur karna kita ini relasi dengan komisi 1. Kalau ada yang begitu ditinjau lah, jangan di pilih kasih. Kasian ini Bu, laporannya ibu semua enak, tapi pada prinsipnya dilapangan, ‘tai minyak’, ‘tai kuda’ semua,” ujar Yaristan Palesa yang membuat ruangan terdiam.

Kekesalan Yaristan Palesa muncul setelah keluarga yang berduka menyampaikan sejumlah fakta dalam forum tersebut. Salah satu pria dari pihak keluarga mengaku perawat terkesan cuek saat dirinya mencoba mencari informasi.

“Nanti ketika saya mengamuk di RS baru kalian gelisah, kalian sementara santai-santai di ruang jaga, mereka cuek sama saya, saya tanyakan dimana saya punya keluarga, tidak ada yang jawab,” ungkapnya.

Sementara itu, seorang perempuan berbaju hitam yang diketahui merupakan adik almarhum, menceritakan kejadian saat oksigen yang terpasang di hidung pasien terlepas. Saat ia mencari perawat, menurutnya perawat justru terkesan menghindar setelah melihat ada darah di bajunya. Ia juga menyebut adanya darah segar yang keluar dari pasien.

“Ada darah segar, saya ingat sekali itu kata-katanya dokter selama bukan darah segar yang keluar tidak apa-apa,” kata perwakilan keluarga.

Dari pihak manajemen RSUD Kolonodale, penjelasan lebih banyak disampaikan oleh dokter Sherly Pede. Ia menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya almarhum serta menjelaskan rangkaian proses penanganan medis yang telah dilakukan pihak rumah sakit. Dokter Sherly juga berjanji akan melakukan evaluasi.
Agenda rapat difokuskan pada evaluasi sistem dan mekanisme pelayanan kesehatan, khususnya terkait penanganan pasien pasca operasi amandel yang meninggal dunia di RSUD Kolonodale.

Dalam kesimpulan rapat, DPRD menegaskan akan menjalankan fungsi kontrol melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) lanjutan bersama RSUD Kolonodale dan Dinas Kesehatan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan mekanisme pelayanan serta penanganan pasien.
Pihak RSUD Kolonodale menyampaikan telah berupaya maksimal dalam penanganan almarhum Saharudin Landoala. Namun, manajemen rumah sakit juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga atas pelayanan yang dinilai belum maksimal serta berkomitmen melakukan perbaikan.

DPRD juga mempersilakan pihak keluarga pasien menempuh jalur koordinasi lebih lanjut dengan pihak rumah sakit maupun melalui jalur hukum jika merasa belum puas atas pelayanan yang diberikan.

Selain itu, RSUD Kolonodale diminta segera melakukan evaluasi internal terhadap kualitas pelayanan, termasuk kinerja tenaga medis yang menjalankan tugas sesuai bidangnya.

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less