Breaking News :
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Morut » KOMISI II DPRD MORUT PANGGIL SEJUMLAH PERUSAHAAN. BERANIKAH “MEMBIDIK” KAWAN SENDIRI,?

KOMISI II DPRD MORUT PANGGIL SEJUMLAH PERUSAHAAN. BERANIKAH “MEMBIDIK” KAWAN SENDIRI,?

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month Senin, 11 Okt 2021
  • visibility 7
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BERITAMORUT.COM- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Morowali Utara (Morut) panggil sejumlah perusahaan dalam rapat dengar pendapat (RDP). Hal ini berkaitan dengan sejumlah temuan DPRD Morut dilapangan.

Pertanyaannya kemudian, beranikah komisi I ataupun komisi II DPRD Morut “membidik” kawan sendiri….?

Dari hasil penelusuran media ini, dugaan adanya oknum di DPRD terlibat “Barganing” dengan perusahaan, tampaknya terendus pula oleh komisi II. Maka sikap komisi II pun tengah di uji.

Dalam release tanggal 04 oktober 2021. Wakil Ketua DPRD Morowali Utara, Muhammad Safri menuturkan pihaknya telah melayangkan panggilan kepada pimpinan PT Gunbuster Nickel Industri (PT.GNI) untuk hadir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pimpinan dan anggota DPRD Morut, Bupati, Kapolres serta pihak terkait lainnya yang akan digelar pada Senin pekan depan.
Pemanggilan tersebut kata Safri, merupakan tindak lanjut dari hasil kunjungan lapangan pimpinan dan anggota DPRD Morut ke lokasi magang tenaga kerja asal Morowali Utara di PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI), Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

“Kita agendakan RDP pekan depan untuk meminta penjelasan pihak PT GNI terkait program magang tenaga kerja asal Morowali Utara di PT VDNI Morosi. Mereka harus terbuka dan jujur karena apa yang telah mereka sampaikan sebelumnya berbeda dengan temuan kami di lapangan,” ungkap Safri saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (4/9/2021).
Safri menambahkan pemanggilan ini penting sebagai bentuk tanggung jawab legislatif terhadap aspirasi masyarakat sekaligus memastikan semua regulasi yang dikeluarkan pemerintah dipatuhi oleh perusahaan termasuk dalam konteks ketenagakerjaan.
“Pemanggilan ini juga untuk memastikan komitmen dan kesungguhan PT GNI dalam berinvestasi di Morowali Utara. Olehnya itu, kami juga mengundang Bupati dan Kapolres Morut. Karena ini soal tenaga kerja, kami juga mengundang UPT Pengawas Ketenagakerjaan Disnakertrans Provinsi Sulawesi Tengah,” bebernya.

Ketua komisi II DPRD Morut Jeffisa Putra berjanji akan menindak lanjuti persoalan keluhan karyawan PT. SPN

“InsyaaALLAH di sikapi sodaraku, saya coba konfirmasi sodara.. Karena waktu pembahasan upah bersama serikat dan beberapa perusahaan pengelola sawit terkait standar UMK semua spakat terkait nilai.. Saya coba cari dulu kontak penanggung jawab SPN,” tulis Bung Jeff sapaannya via pesan whatshap (9/10)

Senada dengan itu, wakil ketua komisi II DPRD Morut Abidin Hi Lamatta saat dikonfirmasi media ini pun menyatakan tengah berkoordinasi untuk menjadwalkan pemanggilan sejumlah perusahaan.

“Saya akan ketemu teman-teman komisi dua..Untuk atur jadwal, kalau tidak padat mungkin hari kamis,” tulis Abidin kepada media ini melalui pesan whatshap.

Sikap ini tentu sangat dinanti, mengingat dugaan ada oknum wakil rakyat yang terlihat membela perusahaan.

DPRD Morut tengah menjadi guncingan, pasalnya pengawasan DPRD Morut terhadap sejumlah perusahaan dinilai lemah.**

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less