Salubiro Masih Sama
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
- visibility 21
- print Cetak

Foto: Jalan Salubiro (IST)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kami ingin memulai tulisan ini, dengan sebuah puisi singkat:
Jalan Salubiro menunggu janji,
Debu dan lumpur berganti hari.
Miliaran turun, hasil tak nyata,
Salubiro masih sama, sunyi dan terlupakan.
Harapan warga Desa Salubiro untuk menikmati akses jalan yang layak kembali pupus. Proyek peningkatan jalan Uempanapa–Salubiro yang menelan anggaran hingga Rp2 miliar dari APBD Morowali Utara tahun 2024 kini menuai kekecewaan.
Kepala Desa Salubiro tak kuasa menahan rasa sesalnya. Ia menuturkan, proyek yang seharusnya membuka keterisolasian warga justru berakhir sia-sia karena lemahnya pengawasan dari Dinas PUPR Morowali Utara.
“Anggaran Rp2 miliar ini untuk ruas jalan kUempanapa–Lemowalia yang sempat dikerjakan lewat TMMD tahun lalu. Cuma tidak di kontrol dari Dinas PU, hasilnya tidak beres dan terkesan asal jadi,” ungkap Kades Salubiro, Rabu (29/10).
Tak hanya pemerintah desa, warga pun turut meluapkan rasa frustrasi mereka. Mereka merasa anggaran pembangunan yang seharusnya membawa perubahan bagi desa, justru “hilang” begitu saja tanpa hasil nyata di lapangan.
> “Sudah miliaran rupiah turun ke wilayah ini, tapi yang disentuh cuma itu-itu saja. Kami tidak tahu kenapa pekerjaan dibiarkan begitu saja, sementara kami tetap harus melewati jalan rusak setiap hari,” keluh salah seorang warga.
Desa Salubiro, yang terletak di pelosok Morowali Utara, masih jauh dari kata layak dalam hal infrastruktur. Jalan berlumpur saat hujan dan berdebu saat kemarau menjadi pemandangan sehari-hari. Sementara di luar sana, banyak orang mengira semua desa di Morowali Utara telah maju dan merata pembangunan.
Kenyataannya, masih ada desa-desa seperti Salubiro yang terisolir dan terlupakan — tempat di mana janji pembangunan hanya berhenti di atas kertas, sementara warganya tetap berjuang di jalan yang tak kunjung diperbaiki.
- Penulis: Redaksi Beritamorut
























































Saat ini belum ada komentar