PT Oddel Mulai Beroperasi, Meski Belum Sosialisasi ke Desa
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month 57 menit yang lalu
- visibility 67
- print Cetak

Ket foto: Aktivitas PT Odell (IST)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MOROWALI UTARA – Aktivitas hauling PT Oddel di wilayah Kecamatan Lembo, Kabupaten Morowali Utara, mulai menuai sorotan. Pasalnya, perusahaan tersebut disebut telah melakukan uji coba pengangkutan material menggunakan jalan provinsi, sementara sosialisasi kepada masyarakat di delapan desa yang dilintasi belum terlaksana.
Informasi yang dihimpun media ini, PT Oddel sebelumnya pernah melakukan sosialisasi di Kecamatan Lembo. Namun, kegiatan tersebut disebut tidak berlanjut dengan komunikasi maupun penjelasan lebih jauh kepada masyarakat. Belakangan, aktivitas hauling justru mulai berjalan melalui jalur Poona hingga Korowou, dengan lokasi penumpukan stok material berada di Korowou.
Persoalan ini menjadi perhatian karena jalan hauling yang disiapkan PT Oddel hingga saat ini disebut belum selesai. Akibatnya, perusahaan masih menggunakan ruas jalan provinsi untuk mendukung aktivitas pengangkutan material.
Dua Dispensasi Jadi Dasar Penggunaan Jalan
Berdasarkan informasi yang diperoleh, penggunaan jalan tersebut mengacu pada persetujuan dari pemerintah daerah dan pemerintah provinsi.
Pada 12 Januari 2026, Bupati Morowali Utara menerbitkan persetujuan prinsip dispensasi penggunaan jalan yang memerlukan perlakuan khusus.

Ket foto: Persetujuan prinsip dispensasi penggunaan jalan yg memerlukan perlakuan khusus dari Bupati Morut (IST)
Selanjutnya, pada 13 April 2026, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengeluarkan dispensasi penggunaan jalan yang memerlukan perlakuan khusus pada ruas jalan provinsi.

Ket foto: Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengeluarkan dispensasi penggunaan jalan yang memerlukan perlakuan khusus pada ruas jalan provinsi.(IST)
Namun, terbitnya dispensasi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai kesiapan operasional, penyelesaian jalan hauling khusus, serta komunikasi perusahaan dengan warga yang terdampak aktivitas pengangkutan.
Sebab, menurut informasi yang diterima media ini, kegiatan yang disampaikan sebagai uji coba disebut akan segera berlanjut ke tahap operasional. Bahkan, aktivitas pengangkutan dalam skala besar dikabarkan akan dilakukan dalam waktu dekat.
Delapan Desa Menunggu Penjelasan Perusahaan
Persoalan yang paling disorot warga bukan semata-mata aktivitas hauling, melainkan belum adanya sosialisasi yang memadai kepada masyarakat di delapan desa yang disebut akan dilintasi kendaraan pengangkut material.
Seorang sumber terpercaya media ini, Kamis (22/10), mengungkapkan bahwa masyarakat hingga kini belum menerima penjelasan langsung mengenai rencana operasional perusahaan tersebut.
“Sampai saat ini belum ada sosialisasi ke kami masyarakat, tapi mereka sudah beroperasi, bahkan dalam waktu dekat akan besar-besaran,” ujar sumber tersebut.
PT Oddel sendiri diketahui menjalankan aktivitas di wilayah Desa Lembobelala dan Desa Poona. Kondisi ini menimbulkan harapan agar perusahaan memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat mengenai jalur yang digunakan, jadwal operasional, dampak lalu lintas, serta langkah-langkah untuk melindungi kepentingan warga.
Penggunaan jalan provinsi untuk aktivitas hauling juga perlu disertai perhatian terhadap keselamatan pengguna jalan, kondisi infrastruktur, dan potensi dampak yang dirasakan masyarakat di sepanjang jalur pengangkutan.
Hak Masyarakat atas Informasi Perlu Diperhatikan
Pemberian dispensasi penggunaan jalan merupakan satu hal, sedangkan keterbukaan informasi dan komunikasi dengan masyarakat yang terdampak merupakan persoalan lain yang tidak boleh diabaikan.
Masyarakat berhak memperoleh penjelasan yang memadai mengenai aktivitas perusahaan yang berpotensi memengaruhi kehidupan dan mobilitas mereka sehari-hari. Terlebih, apabila operasional hauling akan berlangsung dalam skala besar dan melintasi sejumlah desa.
Media ini telah berupaya mengonfirmasi persoalan tersebut kepada pihak PT Oddel, termasuk Enrico yang disebut bertanggung jawab atas jalan hauling dan Devi. Konfirmasi disampaikan melalui pesan WhatsApp, tetapi hingga berita ini diterbitkan, pesan tersebut belum dibaca.
Dengan belum adanya tanggapan dari pihak perusahaan, penjelasan mengenai rencana operasional, status penyelesaian jalan hauling, serta bentuk komunikasi dengan masyarakat masih dinantikan.
Publik kini menunggu kejelasan: apakah operasional hauling akan berjalan seiring dengan kesiapan infrastruktur dan komunikasi yang memadai, atau justru masyarakat harus menghadapi aktivitas pengangkutan lebih dahulu sebelum memperoleh penjelasan dari perusahaan?
Catatan redaksi: Berita ini disusun berdasarkan informasi awal yang dihimpun media. Pihak PT Oddel dan instansi terkait tetap memiliki ruang untuk memberikan klarifikasi atau hak jawab guna melengkapi pemberitaan.
- Penulis: Redaksi Beritamorut

























































Saat ini belum ada komentar